NTB

Sinkronisasi Desa Berdaya, Gubernur NTB Sambut Program 'Profesor Berdampak' Unram

Biro Adpim NTB
KOLABORASI - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima audiensi Rektor Terpilih Universitas Mataram (Unram), Prof. Sukardi, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Senin (19/1/2025), untuk membahas penguatan sinergi program pembangunan desa melalui kolaborasi akademik. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTB dan Universitas Mataram memperkuat kolaborasi pembangunan desa melalui program akademik, termasuk “Profesor Berdampak” yang sejalan dengan program Desa Berdaya.
  • Para profesor dan mahasiswa, khususnya melalui KKN, didorong terlibat langsung membina desa secara berkelanjutan untuk menekan kemiskinan ekstrem.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima audiensi Rektor Terpilih Universitas Mataram (Unram), Prof. Sukardi, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Senin (19/1/2025), untuk membahas penguatan sinergi program pembangunan desa melalui kolaborasi akademik.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Iqbal menyambut positif program Profesor Berdampak yang digagas Universitas Mataram.

Program yang menugaskan para guru besar untuk membina desa atau wilayah secara berkelanjutan itu dinilai sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yakni Desa Berdaya.

“Kami memiliki program Desa Berdaya dan ini bisa disinkronkan. Target akhirnya adalah desa-desa tersebut dapat keluar dari kemiskinan ekstrem,” ujar Gubernur.

Selain peran para profesor, Iqbal juga menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam skema terintegrasi tersebut akan melatih pola pikir objektif serta pemahaman yang lebih utuh terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.

“Ini bagus bagi adik-adik KKN agar lebih objektif dan memahami logika pembangunan desa, karena mereka bekerja dalam tim yang telah memiliki perencanaan berbasis keilmuan,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur Iqbal menyampaikan rencana pemberian sertifikat khusus bagi mahasiswa yang terlibat dalam kolaborasi program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak.

Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi portofolio tambahan bagi mahasiswa saat memasuki dunia kerja.

“Nanti bisa kita keluarkan sertifikat tambahan bahwa mereka pernah terlibat dalam proyek Desa Berdaya, sehingga memiliki rekam jejak dan pengalaman nyata,” pungkasnya.