NTB

Plh. Sekda NTB Instruksikan OPD Segera Akselerasi Adaptasi SOTK Baru

Biro Adpim NTB
STOK BARU - Plh. Sekda NTB, Lalu Moh. Faozal, menginstruksikan seluruh OPD segera beradaptasi dengan SOTK baru yang efektif per 1 Januari guna memperkuat organisasi dan meningkatkan pelayanan publik. 
Ringkasan Berita:
  • Plh. Sekda NTB menginstruksikan seluruh OPD segera beradaptasi dengan SOTK baru yang efektif per 1 Januari guna memperkuat organisasi dan meningkatkan pelayanan publik.
  • Pemprov NTB berkomitmen memenuhi sarana dan prasarana OPD secara bertahap serta menyiagakan BTT Rp16 miliar untuk penanganan bencana akibat cuaca ekstrem di lima wilayah.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh. Faozal, menekankan pentingnya akselerasi adaptasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyusul pemberlakuan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (19/1/2026).

Mewakili Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Plh. Sekda menegaskan, implementasi SOTK yang dimulai efektif per 1 Januari menuntut kesiapan mental dan manajerial dari para Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kepada ASN, khususnya di OPD yang mengalami penyesuaian struktur, saya instruksikan untuk segera beradaptasi dengan lingkungan dan rincian tugas yang baru. Transisi ini adalah bagian dari penguatan organisasi demi pelayanan publik yang lebih lincah," ujarnya dalam amanatnya.

Selain menyoroti reformasi birokrasi, Plh. Sekda mengakui masih adanya keterbatasan fasilitas penunjang di beberapa unit kerja. Namun, ia memastikan Pemprov NTB berkomitmen penuh untuk memenuhi sarana dan prasarana secara bertahap.

"Kami terus berupaya melengkapi infrastruktur pendukung agar setiap OPD dapat memberikan standar pelayanan optimal dan merata kepada seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, kondisi cuaca ekstrem di wilayah NTB juga menjadi atensi khusus. Pemprov NTB telah menyiagakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar, untuk menanggulangi dampak banjir dan angin puting beliung yang melanda lima wilayah, yakni Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur.

"Alokasi dana BTT ini merupakan bukti kehadiran negara dalam situasi darurat. Komitmen kami jelas, memberikan proteksi maksimal dan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana," tegas Faozal.

Menutup rangkaian upacara, dilakukan prosesi penyerahan tabungan masa tua kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purna bakti.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi NTB atas dedikasi dan pengabdian panjang para ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.