NTB
Bertemu Menteri Pembangunan Kanada, Gubernur NTB Paparkan Energi Terbarukan hingga Pangan
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTB memaparkan potensi energi terbarukan, mineral, dan ketahanan pangan kepada Menteri Pembangunan Kanada.
- Kanada menyatakan minat memperkuat kerja sama pembangunan dan energi berkelanjutan di NTB.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melakukan pertemuan dengan Menteri Pembangunan Kanada Randeep Sigh Sarai, Sabtu (10/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut orang nomor satu di NTB itu menyampaikan beberapa potensi yang ada di daerah berjuluk Bumi Gora ini.
Salah satunya terkait dengan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya untuk panas bumi dan angin dengan kapasitas potensial 20-30 megawatt untuk setiap lokasinya.
Adapun lokasi-lokasinya tersebar di beberapa titik seperti di Hu'u, kawasan wisata Sembalun, Sekotong, Jerowaru dan Empang di Kabupaten Sumbawa.
"Banyak potensi yang akan mereka garap, hari ini kita bahas potensi-potensi itu," kata Iqbal.
Selain potensi EBT tersebut, Iqbal juga menyampaikan beberapa potensi lainnya seperti cadangan mineral strategis di antaranya tembaga, emas, perak, mangan dan pasir besi yang telah menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.
Selain potensi energi dan sumber daya mineral, Iqbal juga menyampaikan posisi NTB sebagai lumbung pangan nasional.
Iqbal menyebut, produksi padi NTB mencapai 1.453.451 ton gabah kering giling dari lahan 280.027 hektare, atau setara 973.812 ton beras, serta produksi jagung sebesar 2.465.293,40 ton dari lahan 334.812,12 hektare.
Baca juga: 4 Pilar Kemitraan NTB-Kanada dalam Transformasi Ekonomi Berkelanjutan
Di sektor peternakan, produksi daging sapi NTB pada tahun 2025 tercatat 14.120 ton, dengan konsumsi daerah 12.250 ton di luar Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi ini membuka peluang kerja sama investasi dalam peternakan terintegrasi dan industri pengolahan hasil ternak.
Sementara itu, sektor perikanan NTB mencatat produksi signifikan, antara lain 198.639 ton udang vaname, 704.810 ton rumput laut, serta berbagai komoditas unggulan tuna dan cakalang.
Pelabuhan perikanan strategis seperti Teluk Awang, Labuhan Lombok, Tanjung Luar, Sape, Teluk Santong, dan Soroadu menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi biru dan hilirisasi hasil laut.
Menteri Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Singh Sarai, didampingi Jess Dutton Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia dan rombongan, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan paparan yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB.
la menyatakan ketertarikan Kanada untuk memperluas kerja sama, khususnya di bidang energi berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan, yang selama ini menjadi fokus program pembangunan internasional Kanada.
la juga menegaskan bahwa Kanada telah memiliki sejumlah program pembangunan di kawasan Asia Tenggara dan memandang kerja sama dengan NTB sebagai peluang strategis untuk memperkuat pembangunan berbasis kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kemitraan strategis antara NTB dan Kanada, yang mencakup pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, hilirisasi produk pertanian, perikanan, dan peternakan, pengembangan energi terbarukan dan industri hijau, serta, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/kanada-iqbal.jpg)