NTB
PLUT KUMKM NTB Diresmikan, Gubernur Iqbal: Ini Milik Rakyat, Bukan Milik Dinas
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTB meresmikan PLUT KUMKM sebagai pusat pengembangan ekonomi kerakyatan yang diprioritaskan sejak awal masa jabatan.
- PLUT ditargetkan meningkatkan kualitas UMKM melalui pelatihan produk, kemasan, branding, akses pasar digital, dan pembiayaan.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Provinsi NTB pada Selasa (30/12/2025).
Peresmian ini menandai rampungnya pembangunan fasilitas yang diproyeksikan menjadi episentrum pengembangan ekonomi kerakyatan di NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan, penyelesaian gedung PLUT KUMKM merupakan salah satu prioritas awal dalam masa jabatannya.
Sejak pertama kali meninjau lokasi, ia telah melihat potensi besar fasilitas tersebut, meski saat itu pembangunannya belum tuntas 100 persen.
“Di awal-awal setelah pelantikan, saya datang ke sini dan melihat fasilitasnya. Komentar saya waktu itu cuma satu, sayang, fasilitasnya bagus tapi belum bisa dimanfaatkan maksimal karena gedungnya belum selesai. Karena itu, pada pergeseran anggaran pertama, kita langsung mendukung penyelesaian PLUT ini hingga 100 persen,” ujarnya.
Akses Terbuka untuk Rakyat
Gubernur menegaskan PLUT KUMKM bukan sekadar wacana, melainkan ruang nyata pemberdayaan.
Ia menginginkan agar gedung megah tersebut tidak eksklusif bagi birokrasi, melainkan terbuka lebar bagi pelaku usaha.
“Tantangan ke depan adalah bagaimana membuat setiap orang punya akses ke PLUT ini. Ini bukan milik dinas, dinas hanya pengelola. Ini milik rakyat,” tegasnya.
Target Peningkatan Kualitas UMKM
Ia juga menaruh perhatian pada pemberdayaan ibu-ibu dan generasi muda sebagai segmen utama pengembangan UMKM. Menurutnya, setiap pelaku usaha yang mengikuti pelatihan di PLUT harus mengalami peningkatan nyata pada aspek usaha.
“Minimal keluar dari sini mereka harus meningkat kualitas produknya, kualitas kemasannya, branding atau mereknya, lalu memiliki akses pasar, terutama pasar digital, dan terakhir akses pembiayaan,” jelasnya.
Gubernur menilai keterbatasan akses pasar dan pembiayaan masih menjadi tantangan utama UMKM. Oleh karena itu, keterlibatan mitra perbankan, OJK, dan dunia usaha di PLUT diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan dan mempercepat UMKM masuk ke pasar komersial.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah menjadikan PLUT sebagai pusat kegiatan pengembangan UMKM dan koperasi, sehingga program tidak berjalan sendiri-sendiri.
Gubernur mendorong pemanfaatan fasilitas PLUT secara maksimal, bahkan hingga dua shift kegiatan setiap harinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Lalu-Muhamad-Iqbal-meresmikan-PLUT-KUMKM.jpg)