NTB

Tingkatkan Keamanan, BTNGR Perbaiki Jalur dan Perbarui Alat Evakuasi

TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
PERBAIKAN JALUR - Sejumlah peserta yang mengikuti acara Rinjani Meriri di sejumlah jalur pendakian pada Sabtu (20/12/2025). Kegitan ini bertujuan untuk memperbaiki jalur pendakian Rinjani. 
Ringkasan Berita:
  • Banyak jalur pendakian yang ditata ulang, erlebih setelah insiden jatuhnya warga negara (WN) Brazail, Juliana Marins.
  •  
  • BTNGR membuat program Go Rinjani Zero Wes pendakian yang harus bebas sampah di jalur pendakian.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memperbaiki jalur pendakian dan memperbarui Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal itu guna meningatkan kenyamanan dan keamanan para pendaki.

Kepala Seksi (Kasi) wilayah II BTNG  Ma'ruf Hadi mengaku, sejak 2024

"Dari menyusun dan perbaruan SOP pendakian semenjak kasus Juliana Marins itu," katanya saat ditemui pada Sabtu (20/12/2025).

Selain itu, BTNGR membuat program Go Rinjani Zero Wes pendakian yang harus bebas sampah di jalur pendakian maupun tempat perkemahan sperti di pelawangan, di danau dan sejumlah bukit yang dikelola oleh BTNGR.

"Kita juga sudah update SOP untuk pendakian, kemudian juga SOP Pencarian dan pertolongan evakuasi (P2E)," jelasnya.

Sedangkan untuk fasilitas yang sudah di upgrade selama ini seperti perbaikan beberapa railing, kemudian tangga, beberapa jalur, penambahan toilet dan termasuk shelter.

"Kami akui itu memang belum cukup tapi kita usahakan untuk melengkapinya nanti," janjinya.

Baca juga: Karhutla di Dua Titik Karhutla di Kawasan TNGR Sembalun Sudah Padam

Untuk alat-alat evakuasi, Ma'ruf mengungkapkan, alat-alat sudah berada di resort Sembalun. Dan pengadaan drone untuk menggampangkan evakuasi nantinya. 

"Drone termal ini nantinya untuk kebutuhan-kebutuhan yang urgen dan darurat," terangnya 

Selain itu, beberapa jalur titik rusak akibat longsor beberapa hari yang lalu, diakui sudah diperbaiki dan juga mengalihkan jalur agar tidak melewati jalur yang.

"Kita sebenarnya sudah mengupayakan untuk kita coba tutup gitu kan biar teman-teman memakai jalur yang satunya, tapi porter itu lebih suka lewat jalur, jadi pendaki juga ikut-ikutan," tutur Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, perbaikan jalur itu juga nantinya menjadi salah satu fokus BNTGR. Seperti di jalur selatan, Aik Berik, Tete Batu, Timba Nuh minimal sudah ada reling dan sebagainya dan itu sudah dianggarkan.

"Ya itu menjadi salah satu fokus kita di tahun depan dan insyaallah anggaran kita cukup untuk memperbaiki enam jalur tersebut," pungkasnya.

(*)