NTB

Gubernur Iqbal Luncurkan Desa Berdaya, Tekankan Pentingnya Orkestrasi Pembangunan Desa

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
DESA BERDAYA - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara resmi meluncurkan program Desa Berdaya di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Selasa (16/12/2025). Iqbal mendorong setiap desa bisa sejahtera dengan potensi masing-masing dengan berbagai pendampingan intensif. 
Ringkasan Berita:
  • Iqbal mendorong setiap desa bisa sejahtera dengan potensi masing-masing dengan berbagai pendampingan intensif.
  • Pada tahun 2026, sebanyak 40 desa dilakukan pembinaan dengan menerjunkan ribuan pendamping desa.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara resmi meluncurkan program Desa Berdaya sebagai salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan mulai dari tingkat paling bawah, Selasa (16/12/2025). 

Peluncuran ini berlangsung di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para bupati dan para pendamping desa yang akan bekerja, guna memastikan program ini tepat sasaran. 

Iqbal mengatakan program ini memiliki pondasi yang cukup baik, di mana saat ini angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan meskipun tidak signifikan.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan pada Maret 2025 sebesar 11,78 persen. 

Baca juga: Pemprov NTB Resmi Meluncurkan Desa Berdaya, Program Unggulan Gubernur Iqbal

Mengalami penurunan 0,13 persen dibandingkan September tahun 2024 sebesar 11,91 persen. 

"Saya tidak pernah melihat momentum membangun desa yang lebih baik, karena komitmen membangun dari desa mulai dari pusat hingga ke daerah," kata Iqbal. 

Iqbal mengatakan program ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama termasuk NGO dari luar yang ingin ikut membantu mengentaskan kemiskinan. 

Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini mengakui bahwa selama ini banyak NGO yang melakukan pengembangan di NTB, hanya saja tidak melakukan koordinasi sehingga dampak yang dihasilkan tidak dirasakan. 

"Problem kita defisit regulasi dan orkestrasi, jadi masing-masing pihak masuk ke desa untuk menyelesaikan masalah tetapi tanpa koordinasi. Yang satu hobinya sanitasi, itu saja yang dilakukan, yang satu sukanya mengembangkan kerajinan itu saja yang dilakukan," kata Iqbal. 

Memaksimalkan Potensi Desa

Dia mendorong setiap desa bisa sejahtera dengan potensi yang ada, sehingga harapannya masyarakat yang ada di dalamnya bisa makmur. 

Iqbal tidak ingin ada satupun masyarakat yang tertinggal sehingga 106 desa dengan status miskin ekstrem ini secara bertahap akan mulai dilakukan pembinaan. 

Pada tahun 2026, sebanyak 40 desa dilakukan pembinaan dengan menerjunkan ribuan pendamping desa, begitupun pada tahun 2027 sebanyak 40 desa dan pada tahun 2028 sisanya akan dilakukan pembinaan. 

"Harapannya pada tahun 2029 sudah tidak ada lagi desa berstatus miskin ekstrem," kata Iqbal. 

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat akan mendorong desa-desa di NTB ini lebih berdaya lagi. 

Pemerintah pusat akan mengucurkan dana untuk pembangunan retail untuk Koperasi Desa Merah Putih, itu artinya kata Iqbal akan ada perputaran ekonomi baru di desa. Begitupun dengan program Kampung Nelayan Merah Putih. 

"Jadi peluang desa untuk mengembangkan sektor pertanian, peternakan dan perikanan sangat besar," kata Iqbal. 

Iqbal meminta masyarakat tak perlu khawatir jika ingin mengembangkan tiga sektor tersebut.

Sebab saat ini sudah ada program makan bergizi gratis yang membutuhkan banyak bahan baku seperti daging, telur dan ikan untuk memenuhi gizi para sasaran program tersebut. 

Jika tidak disiapkan dari sekarang, Iqbal mengatakan akan terjadi inflasi yang cukup berat karena permintaan dan ketersediaan tidak sesuai. 

Untuk menjaga itu, masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi desa di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. 

(*)