NTB

Dekranasda NTB Bangkitkan Kembali Pamor Cukli dan Tenun untuk Kancah Nasional

DOK. DEKRANASDA NTB/Istimewa
BANGKITKAN CUKLI DAN TENUN - Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia saat melihat proses pembuatan kain tenun di Desa Semoyang, Lombok Tengah. Dia ingin membangkitkan kembali kejayaan dari kerajinan cukli dan tenun yang ada di NTB.  

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

Ringkasan Berita:
  • Dekranasda NTB ingin mengembalikan kejayaan kerajinan cuklik dan tenun daerah.

  • Kerajinan Cukli ini tersebar di berbagai daerah seperti di Sayang-sayang dan Gegutu Kota Mataram.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta Agathia ingin mengembalikan kejayaan kerajinan cuklik dan tenun daerah. 

Cuklik merupakan kerajinan kayu khas Lombok yang dihias dengan potongan kulit kerang laut berwarna putih mengkilap, membentuk pola indah ini mulai berkurang peminatnya. 

Sinta mengatakan, kerajinan ini dulunya sempat berjaya sebagai identitas dari NTB, kejayaan inilah yang ingin dikembalikan oleh istri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ini. 

"Cukli dulu menjadi signature NTB, sekarang sudah menurun," kata Sinta, Jumat (12/12/2025). 

Kerajinan Cukli ini tersebar di berbagai daerah seperti di Sayang-sayang dan Gegutu Kota Mataram, serta banyak dihasilkan oleh warga binaan Lapas Mataram. 

Selain Cukli, kerajinan tenun juga ingin di angkat kembali oleh Sinta. Dia mengatakan banyak model tenun yang saat ini belum tereksplorasi. 

"Tenun-tenun kita banyak yang harus kita eksplor, kalau ada kesempatan datang ke musium untuk melihat itu (tenun)," kata Sinta. 

Baca juga: Gandeng Mitra, Dekranasda NTB Gaungkan Kerajinan Lokal ke Kancah Nasional

Dekranasda NTB menggelar pertemuan dengan para mitra dalam rangka menggaungkan kerajinan NTB ke kancah nasional. 

Sinta berharap dengan melibatkan semua mitra ini, bisa mengangkat berbagai hasil kreativitas warga NTB ini ke tingkat nasional. 

"Harapan kita benar-benar banyak mitra dari komunitas keuangan dari jurnalis, dari pelaku pariwisata supaya mengangkat barang-barang kerajinan ini," kata Sinta. 

Namun sebelum kerajinan ini dikenalkan ke kancah nasional, Sinta ingin agar kualitas dari kerajinan ini benar-benar terjamin sehingga selain keindahan, kualitas juga terjamin. 

"Sebelum kita mengangkat, perlu kualitasnya kita perbaiki, itulah kenapa kita butuh kemitraan yang lain udah memperbaiki. Setelah ini berjalan insyaallah semua terangkat," kata Sinta. 

Sinta mengatakan banyak kerajinan dari NTB yang dulunya banyak diminati pasar nasional namun kini meredup, inilah yang ingin kembali di angkat oleh dia saat ini. 

(*)