NTB

Pembangunan Bypass Kayangan–Lembar Tunggu Studi Kelayakan, Ditargetkan Beroperasi 2028

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
SELEKSI SEKDA - Gubernur Lalu Muhamad Iqbal saat ditemui, Jumat (12/12/2025). Pemprov NTB menargetkan studi kelayakan bypass Kayangan–Lembar terbit dalam dua minggu, dengan konstruksi dimulai 2027 dan operasional pada 2028. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTB menargetkan studi kelayakan bypass Kayangan–Lembar terbit dalam dua minggu, dengan konstruksi dimulai 2027 dan operasional pada 2028.

  • Bypass dipilih ketimbang jalan tol demi efisiensi dan keadilan, serta diharapkan memangkas waktu tempuh Kayangan–Lembar dari enam jam menjadi sekitar dua jam.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan perkembangan terbaru pembangunan bypass Kayangan–Lembar yang kini memasuki tahap penyelesaian studi kelayakan.

Proyek strategis ini ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027 dan beroperasi pada 2028.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan studi kelayakan bypass tersebut akan terbit dalam waktu dekat.

“Insyaallah dua minggu ke depan terbit studi kelayakannya,” ujarnya Jumat (12/12/2025).

Setelah dokumen tersebut rampung, pemerintah provinsi akan menuntaskan sejumlah tahapan pada 2026, mulai dari penyusunan desain teknis, penyelesaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga pembebasan lahan.

“2026 kita lebih fokus untuk menyelesaikan desainnya dan sebagainya,” kata Iqbal.

Iqbal menjelaskan bahwa pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada awal 2027. Dengan asumsi pekerjaan berjalan sesuai jadwal, bypass Kayangan–Lembar dapat beroperasi pada 2028.

“Ya kita targetkan beroperasi di tahun 2028 lah, insyaallah,” ucapnya.

Gunakan Jalur Selatan, Anggaran Rp 3,7 Triliun

Bypass tersebut akan dibangun melalui jalur selatan dengan pertimbangan kedekatan dengan jaringan bypass eksisting dan Bandara Internasional Lombok. Seluruh pembiayaan proyek diproyeksikan bersumber dari APBN.

“Kita pakai jalur selatan karena dekat dengan bypass dan airport,” kata Iqbal.

Baca juga: Keluhan Kapal Tak Terawat di Penyebrangan Kayanagan-Poto Tano, Gubernur NTB Dorong Penerapan Rating

Adapun total anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 3,7 triliun.

Iqbal juga menegaskan bahwa pemerintah memilih pembangunan bypass ketimbang jalan tol karena mempertimbangkan efisiensi anggaran serta asas keadilan bagi warga NTB. Menurutnya, biaya pembangunan tol bisa mencapai Rp 22 triliun dan berpotensi membebani masyarakat.

“Dari awal saya tidak mau membangun tol karena menurut saya tidak berkeadilan. Pembangunan jalan ini merupakan keringatnya masyarakat NTB dan semua masyarakat NTB bisa mengakses jalan tersebut tanpa mengeluarkan uang,” tegasnya.

Waktu Tempuh Dipangkas dari 6 Jam Menjadi Sekitar 2 Jam

Saat ini perjalanan dari Kayangan menuju Lembar memakan waktu hingga enam jam. Kehadiran bypass diharapkan memangkas waktu tempuh menjadi sekitar dua jam. Iqbal menilai hal ini akan mendorong peningkatan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

“Kalau bypass ini sudah jadi, maka Kayangan akan semakin penuh. Bahkan mungkin turis-turis lebih senang menyewa mobil lalu melakukan perjalanan sendiri dari Bali menuju ke Pulau Sumbawa melalui Lombok,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas akses harus diimbangi dengan peningkatan fasilitas di pelabuhan Kayangan dan Poto Tano.

“Makanya pelabuhan Kayangan dan Poto Tano tetap membenah agar pengguna jasa nyaman dan nikmat. Kalau akses makin baik, pengguna jasa juga pasti semakin padat,” tutup Iqbal.

(*)