NTB
Kapal Tak Terawat Dikeluhkan Penumpang, Gubernur NTB Minta Sistem Rating Diterapkan
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTB Iqbal menyoroti banyaknya keluhan soal kapal yang dinilai tidak layak, dan meminta operator lebih serius dalam pemeliharaan armada.
- Ia mendorong dibuatnya sistem pemeringkatan kapal untuk meningkatkan standar layanan dan memastikan seluruh kapal memenuhi kualitas minimal menengah ke atas.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menyoroti kualitas pelayanan dan pemeliharaan kapal yang melayani penyeberangan Selat Alas, pada rute Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan sebaliknya.
Iqbal mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat mengenai kondisi sejumlah kapal yang dinilai tidak layak beroperasi. Keluhan tersebut, menurutnya, perlu segera ditindaklanjuti oleh para operator kapal.
“Ini banyak saya terima keluhan warga soal kapal-kapal yang bahasanya tidak layak pakai, dan ini harus menjadi perhatian dari teman-teman operator kapal. Kapal itu perlu diperhatikan juga,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Untuk meningkatkan standar pelayanan, Iqbal menyatakan akan meminta Dinas Perhubungan NTB membuat sistem pemeringkatan (rating) pemeliharaan kapal di setiap pelabuhan.
Upaya itu diharapkan dapat memotivasi operator agar lebih disiplin dalam merawat armadanya.
“Ya harus ada nanti rating untuk kapal, agar operator termotivasi dan mendorong agar selalu menjaga dengan memelihara kapalnya dengan baik,” kata Iqbal.
Iqbal menegaskan bahwa kelayakan sebuah kapal tidak semata-mata ditentukan oleh usia kapal, tetapi oleh kualitas perawatannya. Menurutnya, kapal yang dirawat dengan baik tetap bisa beroperasi dengan aman dan nyaman bagi penumpang.
“Sejauh kapal dirawat dengan baik, selalu diperhatikan dengan baik, saya yakin kapal itu akan layak pakai,” jelasnya.
Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, Pemprov NTB Gelar Penghijauan di Pelabuhan Kayangan
Ia mengakui bahwa selama ini terdapat ketidakseimbangan dalam standar perawatan kapal antar-operator. Ada kapal yang terawat dengan baik, namun tidak sedikit juga yang kondisinya jauh dari standar sehingga memicu keluhan dari pengguna jasa penyeberangan.
“Memang sampai saat ini kita banyak menerima keluhan karena kapal tidak seragam. Ada kapal yang sangat terawat, ada kapal juga yang tidak sangat terawat,” tuturnya.
Iqbal berharap seluruh kapal penyeberangan dapat memenuhi standar layanan minimal menengah ke atas guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang.
“Kondisi kapal harus menengah ke atas, jangan sampai menengah ke bawah,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pelabuhan-kayangan-04042024.jpg)