NTB
Desa Adat Sade Lombok Tengah Bergerak Menuju Eco Village
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Desa Adat Sade meluncurkan Bank Sampah Eco Village sebagai upaya menjaga kebersihan dan keberlanjutan pariwisata budaya melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas.
- Program yang didukung Otsuka Group ini menjadi proyek percontohan dan diharapkan menjadi model pengelolaan sampah terpadu bagi desa wisata lain di Lombok.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Desa Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut Lombok Tengah resmi meluncurkan Bank Sampah Eco Village Sade, Jumat (12/12/2025).
Desa yang merupakan destinasi wisata budaya ikonik di Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisiatif mengolah sampah berbasis komunitas untuk mewujudkan pariwisata yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan.
Sampah ini diharapkan menjadi solusi konkret atas tantangan pengelolaan limbah di kawasan wisata budaya.
Kepala Dusun Sade, Talib, mengungkapkan bahwa pendirian Bank Sampah adalah perwujudan komitmen ganda Sade dalam menjaga kelestarian adat sekaligus kebersihan lingkungan.
"Selama ini kami menjaga adat dan budaya, dan kini kami ingin menjaga lingkungan dengan lebih teratur. Bank sampah ini adalah langkah nyata memastikan desa tetap bersih dan lestari untuk menyambut wisatawan," ucap Talib.
Di tempat yang sama, Camat Pujut, Jumahir melihat Bank Sampah sebagai contoh ideal harmonisasi antara pelestarian budaya dan modernisasi tata kelola lingkungan.
"Sade adalah ikon Lombok. Dengan adanya bank sampah, kita menghadirkan tata kelola lingkungan yang lebih maju. Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk pariwisata yang bersih dan nyaman," tegasnya.
Bank Sampah Eco Village Sade disambut baik oleh Pemerintah Daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah, Ahmadi.
Dikatakannya bahwa program ini akan dijadikan model pengelolaan sampah terpadu di kawasan wisata lain.
"Kami berharap Sade menjadi rujukan desa wisata lain dalam hal pengolahan sampah, edukasi masyarakat, dan penerapan ekonomi sirkular," jelas Ahmadi, menekankan dukungan DLH terhadap kolaborasi ini.
Bank Sampah ini didukung oleh Grup Otsuka, perusahaan perawatan kesehatan global asal Jepang
Otsuka Group yang dalam hal ini tidak hanya menyediakan fasilitas fisik tetapi juga pendampingan dan edukasi komunitas.
Presiden Komisaris Otsuka Group, Roy Sparringa, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor komunitas, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci keberlanjutan.
Baca juga: Otsuka Group-Menpar RI Luncurkan Program Eco Village di Desa Sade Lombok Tengah
Roy menjelaskan bahwa Sade merupakan lokasi wisata pertama di mana Otsuka membangun bank sampah, menjadikannya proyek percontohan di Lombok.
"Ini yang pertama di destinasi wisata dan pertama di Lombok. Harapannya, pilot project ini dapat kita sukseskan, baru kemudian dapat dikembangkan di tempat lain di Lombok," ungkap Roy.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/BANK-SAMPAH-DESA-SADE-12.jpg)