NTB
Pelaku Wisata Keluhkan Menurunnya Pengunjung Imbas Video Viral 'Pray for Sembalun'
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pelaku usaha di Sembalun mengeluhkan turunnya kunjungan wisatawan akibat video viral genangan air yang berlebihan, padahal kondisi kawasan aman.
- Kepala Desa berharap konten menyesatkan tersebut dihapus untuk memulihkan citra wisata dan aktivitas ekonomi lokal.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sejumlah pelaku usaha di Sembalun mengeluhkan turunnya kunjungan wisatawan setelah beredar video di media sosial yang menampilkan genangan air di jalan disertai tulisan “Pray for Sembalun”.
Video tersebut dinilai memperburuk citra kawasan wisata yang sebenarnya berada dalam kondisi aman dan normal.
Resil (35), pemilik salah satu camping ground, mengatakan bahwa konten yang tersebar itu menggambarkan situasi secara berlebihan.
“Saya bilang kondisi Sembalun sudah normal dan sudah selesai, ini yang membuat konten itu terlalu lebai (berlebihan) dia orang-orang itu,” ujarnya saat dihubungi Rabu (10/12/2025).
Ia menjelaskan genangan air yang terlihat dalam video hanya akibat sampah yang menyumbat irigasi, bukan karena bencana. Namun, dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku wisata.
“Yang terlihat itu hanya genangan air yang diakibatkan sampah di irigasi, tapi video itu terlalu lebai, jadi dampaknya ke kita yang menyewakan penginapan,” kata Resil.
Keluhan serupa disampaikan Holikin, penjual stroberi di kawasan itu. Ia menyebut penjualan buahnya anjlok karena wisatawan batal datang setelah melihat video viral tersebut.
“Tidak ada yang berani ke sini akibat video itu, padahal faktanya hanya luapan air biasa saja,” keluhnya.
Baca juga: Muncul Air Terjun Dadakan di Sembalun Usai Hujan Lebat, Warga Sebut Gunung Menangis
Kepala Desa Sembalun Bumbung, Sunardi, membenarkan adanya penurunan aktivitas wisata. Menurutnya, beberapa wisatawan membatalkan rencana liburan meski sudah memesan penginapan.
“Ini kita lihat dampaknya di pedagang kecil di pinggir jalan sepanjang Bumbung, sangat sepi pembelinya,” ujarnya.
Sunardi berharap para pembuat konten lebih berhati-hati dan tidak menyebarkan informasi yang menyesatkan.
“Aman Sembalun, semoga konten kreator di sosmed itu segera menghapus video itu,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KONDISI-SEMBALUN12.jpg)