NTB
Gubernur Iqbal Ajak Warga Sasak Bersatu Perangi Kemiskinan
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Sirtupillaili
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi
- Dukungan masyarakat Sasak Lombok kepada Lalu Iqbal sangat besar di Pilkada 2024
- Lalu Iqbal mengajak seluruh bangsa Sasak membantu mengatasi kemiskinan di NTB
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyerukan pentingnya merawat soliditas masyarakat Sasak pasca-Pilgub 2024.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi & Acara Milad Majelis Adat Sasak (MAS) ke-30, di D’Golong, Narmada, Lombok Barat, Rabu (10/12/2025).
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Adat Sasak, Iqbal menegaskan bahwa persatuan politik yang telah terjalin harus ditransformasikan menjadi kekuatan untuk melawan musuh bersama, yakni kemiskinan.
Refleksi ini disampaikan Iqbal setelah hampir 10 bulan memimpin NTB bersama Wakil Gubernur, Indah Dhamayanti Putri (Umi Dinda).
Ia menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan besar yang diberikan rakyat, yang tercermin dari perolehan 1,2 juta suara.
Baca juga: Gubernur Iqbal Disematkan Gelar Manggala Bhumi Oleh Majelis Adat Sasak
Sejarah Baru Politik Lombok
Iqbal menyoroti fenomena politik yang bersejarah dalam pemilihan lalu, di mana untuk pertama kalinya seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok solid memberikan dukungan penuh.
"Lebih lega lagi karena menang di seluruh kabupaten kota se-Pulau Lombok. Pertamakalinya seluruh Pulau Lombok solid memberikan dukungannya," ujar Iqbal.
Ia berharap soliditas ini tidak berhenti di bilik suara. Menurutnya, momentum ini harus dijaga dengan kedewasaan politik, yakni kerelaan mengesampingkan kepentingan pribadi demi kepentingan NTB lebih besar.
"Soliditas itu akan terjaga kalau setiap orang rela move on, bergerak maju sembari memaafkan masa lalu. Agar ada ruang yang cukup buat kita bersama untuk fokus membangun NTB," tegasnya.
Filosofi Tindih, Maliq, dan Merang
Di hadapan para pemucuk dan pengelinsir adat, mantan Dubes RI untuk Turki ini mengingatkan kembali karakter luhur "Bangse Sasak".
Ia menjabarkan tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan dalam membangun daerah: Tindih, Maliq, dan Merang.
Iqbal menjelaskan, Tindih bermakna jujur, tulus, dan berintegritas. Sementara Maliq diartikan sebagai ketaatan pada tatanan norma dan agama, di mana kepentingan pribadi harus gugur demi kepentingan kolektif.
"Sedangkan Merang adalah rendah hati tapi menolak untuk direndahkan. Pemaaf tapi bukan berarti tidak berhitung. Orang Sasak akan bersama-sama menjaga apa yang mereka yakini benar, apapun risikonya," jelas Iqbal.
Perang Melawan Kemiskinan
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa hakikat kepemimpinannya adalah mewujudkan kemakmuran rakyat.
Ia mengingatkan bahwa musuh warga NTB hari ini bukanlah sesama saudara sebangsa, melainkan angka kemiskinan yang masih tinggi.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, NTB masih masuk dalam 12 provinsi termiskin di Indonesia. Terdapat 106 desa berstatus miskin ekstrem, dengan total hampir 700 ribu warga miskin dan lebih dari 100 ribu di antaranya berada dalam kemiskinan ekstrem.
"Musuh kita bersama hari ini bukan orang-orang di sekitar kita, apalagi saudara-saudara kita sesama bangse Sasak. Musuh kita hari ini adalah kemiskinan," ucapnya dengan nada serius.
Menutup pidatonya, Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengonsolidasikan kekuatan Sasak demi NTB yang lebih baik.
"Adalah hak rakyat NTB untuk makmur. Karena itu, orang yang menjaga karakter tindih, maliq, dan merang wajib hukumnya ikut serta mewujudkan hal tersebut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/MAS-Iqbal.jpg)