NTB

Angin Puting Beliung Terjang Dua Kecamatan di Lombok Tengah, Satu Rumah Rusak Berat

Istimewa
BENCANA ALAM - Penampakan rumah roboh akibat diterjang angin puting beliung di Dusun Punimbe, Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Minggu (7/12/2025) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Angin puting beliung melanda Lombok Tengah dan merusak satu rumah.
 
  • BPBD masih melakukan asesmen di dua kecamatan terdampak.

  • Warga diimbau waspada karena BMKG memprediksi hujan lebat dan cuaca ekstrem hingga 10 Desember 2025.

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan angin puting beliung melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 20.30 WITA.

Angin puting beliung tersebut menyebabkan kerusakan pada satu rumah warga serta memicu asesmen darurat di dua kecamatan terdampak.

Bencana cuaca ekstrem ini menimpa Desa Ubung, Dusun Punimbe, Kecamatan Jonggat, serta Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata.

Angin kencang dilaporkan merusak bagian atap rumah warga di Jonggat.

BPBD menyebut satu kepala keluarga terdampak langsung akibat kerusakan tersebut, sementara data kerusakan di Desa Taman Indah masih dalam proses pendataan.

“Masih dalam tahap assessment," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB,Ahmadi dalam laporan resmi yang diterima, Senin (8/12/2025).

Ahmadi, menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan bersama BPBD Lombok Tengah, aparat desa, kecamatan, hingga unsur TNI-Polri. Tim reaksi cepat (TRC-PB) juga telah diterjunkan ke lokasi untuk menilai dampak dan kebutuhan warga.

Sejumlah langkah darurat telah dilakukan, termasuk pelaporan, asesmen kerusakan, dan diseminasi informasi kepada pemerintah provinsi maupun pusat. BPBD menyebut bantuan logistik menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak.

BPBD NTB juga mengeluarkan imbauan khusus mengingat potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB dalam beberapa hari ke depan.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrem dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba,” ucapnya.

Hingga laporan ini diterbitkan, proses asesmen masih berlangsung untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan lanjutan warga di dua kecamatan tersebut.

Baca juga: Atap Bangunan Polindes Selong Belanak Lombok Tengah Rusak Tersapu Angin Puting Beliung

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tanggal 8-10 Desember 2025.

Adapun wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat pada periode waktu tersebut yakni:

  • Kabupaten Lombok Barat: Narmada
  • Kabupaten Lombok Tengah: Batukliang Utara Kopang
  • Kabupaten Lombok Timur: Sikur, Masbagik, Pringgabaya, Aikmel, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Wanasaba, Sembalun, Suwela
  • Kabupaten Sumbawa: Alas, Utan, Batu Lanteh, Sumbawa, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Ropang, Lape, Alas Barat, Labuhan Badas, Buer, Rhee, Unter Iwes, Moyo Utara, Maronge, Lopok, Lenangguar, Orong Telu, Lantung
  • Kabupaten Sumbawa Barat: Taliwang, Seteluk, Brang Rea, Poto Tano
  • Kabupaten Lombok Utara: Gangga, Kayangan, Baya
    Kabupaten Bima: Tambora, Sanggar, Soromandi, Ambalawi, Wera, Madapangga,Wawo, Lambitu, Belo, Bolo, Palibelo
  • Kabupaten Dompu: Pekat, Kempo, Manggalewa, Kilo
  • Kota Bima: Asakota, Rasana'e Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur

Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhatihati dengan dampak bencana yang ditim bulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir waspada tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.