NTB

Bupati Iron Optimistis PAD Tembus 100 Persen, Berkat Digitalisasi Penarikan Pajak

Tribunnews.com/ROZI ANWAR
PENINGKATAN PAD - Bupati Lombok Timur Haerul Warisan ditemui pada Senin (1/12/2025). Ia optimis PAD Lombok Timur 2025 bisa tembus target 100 persen berkat digitalisasi. 
Ringkasan Berita:
  • PAD Lombok Timur sudah tembus 90 persen per November 2025 berkat digitalisasi, dan pemda optimistis bisa mencapai 98–100 persen hingga akhir tahun. 

  • Bupati menegaskan evaluasi OPD bila target tak tercapai, sementara Bapenda diapresiasi atas inovasi aplikasi yang mempermudah pembayaran PAD.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur hingga akhir November 2025 yang sudah menembus lebih dari 90 persen membuat Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, optimistis target tahun ini dapat dipenuhi bahkan berpeluang tembus 100 persen.

“Ini bukti digitalisasi yang kita terapkan dalam penarikan PAD, berhasil,” ujar Haerul Warisin, Jumat (5/12/2025).

Bupati yang akrab disapa Iron itu menyebut perbandingan jelas terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, ketika penarikan PAD masih dilakukan secara manual, capaian hanya berada di kisaran 60 persen.

Memasuki 2024 saat digitalisasi mulai diterapkan, capaian meningkat menjadi 80,1 persen.

Sementara tahun 2025, dengan sistem digital yang lebih matang, PAD sudah mencapai 90 persen per akhir November.

Iron menargetkan capaian akhir tahun bisa berada di rentang 98 sampai 100 persen. Ia menegaskan akan mengevaluasi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bila target maksimal tidak tercapai.

“Kita punya kontrak dengan mereka, harus 100 persen lah. Kalau tidak bisa tercapai 100 persen maka kita akan evaluasi mereka nanti,” tegasnya.

Baca juga: Bupati Lombok Timur Yakin Target PAD Bisa Tercapai 100 Persen di Akhir Tahun 2025

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Lombok Timur, M. Juaini Taofik, menjelaskan bahwa per 30 November 2025 realisasi PAD telah mencapai Rp 468 miliar lebih, dari target tahunan Rp 523 miliar.

“Di tanggal 30 November itu capaian kita sudah di angka Rp 468 miliar lebih, sedangkan target kita tahun ini Rp 523 miliar,” ujar Taofik.

Menurutnya, tren pendapatan biasanya naik signifikan menjelang tutup tahun karena masyarakat cenderung membayar pajak maupun retribusi pada periode tersebut.

Ia optimistis capaian minimal 98 persen dapat diraih hingga 31 Desember.

Taofik juga mengapresiasi keberhasilan digitalisasi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Timur.

Keberhasilan itu turut mengantarkan Tim Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Lombok Timur meraih juara satu tingkat nasional, salah satunya berkat inovasi sembilan aplikasi digital untuk pembayaran PAD.

“Banyak inovasi yang dilakukan oleh teman-teman Bapenda untuk bayar pajak. Bahkan melalui aplikasi yang dibuat, orang yang ada di luar daerah juga bisa bayar PBB mereka,” pungkasnya.