NTB
Jelang Nataru 2026, NTB Klaim Stok Pangan Aman Meski Dilanda Cuaca Ekstrem
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- NTB memastikan ketahanan pangan aman jelang Nataru 2026 dengan stok beras 1,3 juta ton dan komoditas lain yang jauh melebihi kebutuhan.
- Meski aman, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga lima komoditas utama dan memperkuat koordinasi distribusi di tengah cuaca ekstrem.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketahanan pangan di setiap daerah dalam kondisi baik dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Meski hampir seluruh wilayah di NTB dilanda cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu proses pendistribusian logistik tersebut, karena stok jauh melampaui target.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, Aidy Furqan mengatakan, pemerintah memperkuat kolaborasi dengan stakeholder terkait dalam menjaga ketahanan pangan di tengah cuaca ekstrim seperti saat ini.
"Kita harus bersinergi dengan mitra kerja, maupun lintas OPD (organisasi perangkat daerah) mulai dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan hingga sektor industri untuk memastikan supply tetap terjaga," kata Aidy, Kamis (4/12/2025).
Tak hanya di tingkat provinsi, Aidy juga mengatakan kolaborasi dilakukan bersama dengan kabupaten/kota, sampai dengan masyarakat yang menjadi lumbung pangan.
Saat ini stok beras di NTB mencapai 1,3 juta ton, jauh diatas kebutuhan hingga akhir tahun yang diperkirakan mencapai 705.000 ton. Artinya mengalami surplus lebih dari 600.000 ton, membuat cadangan beras daerah diatas 20 persen dari kebutuhan.
"Dengan estimasi kebutuhan 700 ribu ton, harus ada cadangan minimal 140 ribu ton. Artinya posisi kita saat ini sangat aman," kata mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan.
Sementara stok daging sapi saat ini mencapai 31.000 kilogram dari kebutuhan 26.000 kilogram, sementara ayam tersedia 81.000 butir, melebihi kebutuhan 64.000 butir.
Baca juga: Stabilkan Harga Jelang Akhir Tahun, Pemprov NTB Pastikan Stok Pangan Aman Lewat Gerakan Pangan Murah
Meski demikian, pemerintah mewaspadai potensi kenaikan harga pada lima komoditas utama menjelang Nataru, yakni beras, minyak goreng, cabai merah, daging, dan telur.
Pemantauan panel harga mingguan menunjukkan tren kenaikan di sejumlah kabupaten/kota, terutama di Kota Mataram.
"Hampir semua kabupaten mengalami lonjakan, kecuali Lombok Timur dan Lombok Tengah yang harganya relatif stabil," ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga, koordinasi dengan Bulog, BUMD pangan, dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat. Distribusi cadangan juga dipastikan menyentuh semua level, termasuk lumbung pangan masyarakat di kecamatan dan desa.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/STOK-PANGAN-12.jpg)