NTB
Gas Elpiji Meledak, Seorang Warga di Lombok Timur Alami Luka Bakar Serius
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Ledakan terjadi diduga akibat kebocoran gas yang terperangkap di dalam ruang dapur.
- Kompor tidak menyala, namun posisi regulator dan kompor masih dalam keadaan hidup.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Ledakan gas Elpiji 3 kilogram mengguncang rumah di Dusun Bukit Durian Utara, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu (03/12/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.
Insiden tersebut menyebabkan seorang warga, Eli Ardayani, mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya.
Kasi Humas Polres Lombok Timur AKP Nikolas Osman, menjelaskan ledakan terjadi diduga akibat kebocoran gas yang terperangkap di dalam ruang dapur yang minim ventilasi.
"Insiden bermula sekitar pukul 09.00 Wita saat korban mencoba menyalakan kompor gas di dapurnya. Kompor tidak menyala, namun posisi regulator dan kompor masih dalam keadaan hidup," kata Nikolas saat dihubungi pada Kamis (4/12/2025).
Usai percobaan pertama yang gagal, korban meninggalkan rumahnya menuju Puskesmas Labuhan Lombok untuk menjenguk keluarganya yang sedang dirawat.
Baca juga: Balita di Lombok Timur Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Belakang Rumah
Korban kemudian pulang sekitar pukul 10.00 Wita dan kembali mencoba menyalakan kompor yang sama.
“Pada saat itulah ledakan terjadi. Gas yang sudah memenuhi ruangan dapur meledak ketika korban menyalakan kompor,” jelasnya.
Korban berlari keluar sambil berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar dan pihak desa segera memberikan bantuan dan mengevakuasi korban menggunakan ambulans desa menuju Puskesmas Suela.
Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Suela, Dr. Luluk korban mengalami luka bakar cukup serius.
“Korban mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan, dan lutut, dengan estimasi sekitar 36 persen,” ungkapnya.
Karena tingkat luka bakar cukup berat, korban langsung dirujuk ke RS Labuhan Haji, Lombok Timur, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Nikolas menyebutkan, ledakan kuat tersebut diduga dipicu kelalaian saat penggunaan kompor gas.
Gas yang dibiarkan mengalir selama korban meninggalkan rumah menyebabkan ruangan dapur terisi penuh gas.
Minimnya ventilasi memperburuk kondisi hingga akhirnya terjadi ledakan saat pemantik kompor dinyalakan kembali.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kompor dan regulator dalam keadaan aman serta memiliki ventilasi yang cukup di area dapur,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan gas elpiji di rumah.
"Kami imbau memastikan kondisi dapur memiliki sirkulasi udara yang baik dan selalu memeriksa kompor sebelum dan sesudah digunakan," pesannya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ledakan_lpg_3_kg_30303065.jpg)