NTB

BKKBN NTB Evaluasi 4 Program Quick Win Tamasya hingga Genting

Tribunnews.com/Robby Firmansyah
EVALUASI PROGRAM - Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin saat memberikan sambutan dalam kegiatan evaluasi quick win di NTB, Rabu (3/12/2025).  
Ringkasan Berita:
  • BKKBN NTB mengevaluasi program quick win Kemendugbangga, termasuk Tamasya, Gati, Sidaya, dan Genting, yang seluruhnya diklaim telah mencapai 100 persen. 

  • Program Genting bahkan melampaui target dengan 69 ribu anak terbantu dan dukungan swadaya masyarakat mencapai Rp29,9 miliar.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB), mengevaluasi capaian program quick win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendugbangga). 

Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin mengatakan, sejak kementerian ini dibentuk, Menteri Wihaji memiliki program quick win yang di dalamnya ada beberapa fokus penyelesaian masalah di dalam keluarga. Di antaranya program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), ini merupakan layanan pengasuhan anak yang dikembangkan oleh Kemendugbangga/BKKBN.

Tujuannya untuk menjamin pengasuhan anak dilakukan secara baik dan benar, dengan memberikan sertifikasi kepada para pengasuhan disetiap Taman Penitipan Anak (TPA). 

"Ini kita bukan bentuk TPA yang baru, tetapi kita melakukan peningkatan kompetensi kepada para pengasuhan, sehingga kompeten," kata Makrip, Rabu (3/12/2025). 

Makrip mengungkap, banyak kasus anak menjadi korban kekerasan disebabkan karena kurangnya pengalaman dan belum tersertifikasi pengasuhnya di TPA tersebut. 

Program selanjutnya dari Kemendugbangga yakni  Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), program ini ditujukan untuk mencegah anak menjadi korban fatherless. 

Makrip mengatakan dampak dari anak yang menjadi korban fatherless ini, bisa mengganggu orientasi seksualnya. 

"Ini konsekuensinya besar kalau dibiarkan, bisa gay, lesbi atau transgender," kata Makrip. 

Baca juga: Lombok Tengah Genjot Operasi Genting, Tekan Stunting dengan Data KRS Terintegrasi

Ada juga program Lansia Berdaya (Sidaya), ini untuk memberdayakan lansia-lansia yang ada disetiap daerah. Terakhir ada program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). 

Meski baru setahun kata Makrip, secara umum program quick win ini di NTB sudah mencapai 100 persen. Bahkan untuk Genting sudah jauh melampui target yakni sebesar 181 persen. 

"Kita punya target 36 ribu anak, tapi kita capai 69 ribu," kata dia. 

Pelaksanaan Genting ini kata Makrip tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan bersama dengan semua pihak mulai dari LSM, perusahaan swasta dan beberapa pihak lainnya. 

Bahkan sampai dengan November 2025 ini, jumlah anggaran yang berasal dari swadaya masyarakat dalam menekan stunting mencapai Rp29,9 miliar. 

(*)