NTB

Gubernur NTB Ingatkan Jajarannya Berhati-hati Memilih Diksi dan Narasi

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMASNYAH
KOMUNIKASI - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Santika Mataram. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan seluruh jajaran pemerintah Provinsi NTB, berhati-hati dalam memilih diksi dan narasi di ruang publik. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan, apalagi menyebabkan ketersinggungan masyarakat.

Hal ini disampaikan gubernur menyusul pernyataan Kepala Dinas PUPR NTB, Sadimin, yang menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Dalam rilisnya, Gubernur Iqbal memaklumi, bahwa apa yang disampaikan oleh Kadis PUPR Sadimin, tidak bermaksud untuk mengabaikan salah satu daerah. Namun akibat salah dalam memilih diksi dan narasi, berakibat munculnya kesalahpahaman dan ketersinggungan. 

"Berhati-hatilah dalam berkomentar, maupun dalam membuat pernyataan," kata Gubernur Iqbal, dalam rilisnya, Selasa (2/12/2025).

Iqbal menambahkan, dalam setiap kunjungannya ke Pulau Sumbawa, ia selalu menekankan komitmen untuk membangun kedua pulau di NTB, Lombok dan Sumbawa, dalam keseimbangan yang berkeadilan. 

"Paradigma baru pembangunan NTB, adalah keseimbangan dan keadilan dalam setiap kebijakan penganggaran," kata Iqbal.

Baca juga: NTB Kembangkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Berbasis Kearifan Lokal

Faktanya, pada tahun anggaran 2025, beberapa ruas jalan provinsi di Pulau Sumbawa sedang ditangani. Seperti ruas jalan Poto Tano di KSB, ruas jalan Lenangguar-Lunyuk di Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, upaya peningkatan status Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) di Sumbawa, penggantian jembatan Doro O’o Bima, dan peningkatan status Rumah Sakit Provinsi di Bima, serta beberapa proyek lainnya, melalui Inpres Jalan Desa (IJD).

Seperti ruas jalan Btudulang-Tepal, Tepal Baturotok dan Lenangguar-Teladan, dengan anggaran yang cukup besar.

Pemerintah Provinsi NTB, kata Iqbal, melalui dana APBD bertekad menangani seluruh jalan provinsi di NTB secara bertahap hingga tuntas, khususnya di Pulau Sumbawa.

Sehingga ke depan kemantapan jalan di seluruh wilayah Provinsi NTB tercapai. 

"Kami, Iqbal-Dinda, sebagai pasangan Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB bertekad, untuk menangani seluruh ruas jalan provinsi di kedua pulau, Lombok dan Sumbawa, hingga mencapai status mantap," tegasnya.  

"Karena ini komitmen dan tanggungjawab pemerintah provinsi yang sudah tertuang dalam RPJMD," tandas Iqbal.