NTB
PUPR NTB Bantah Ketimpangan Pembangunan Jalan Antara Lombok dan Sumbawa
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Kadis PUPR NTB menegaskan tidak ada ketimpangan pembangunan jalan, karena anggaran dialokasikan berdasarkan skala prioritas dan tahun ini perbaikan di Sumbawa justru lebih besar dibanding Lombok.
- Dengan ruas jalan provinsi di Sumbawa yang lebih panjang, kebutuhan anggaran perbaikannya pun lebih besar, termasuk proyek jalan dan jembatan bernilai puluhan miliar di wilayah tersebut.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Sadimin, memberikan klarifikasi terkait sorotan publik mengenai dugaan ketimpangan pembangunan jalan antara Pulau Lombok dan Sumbawa.
Klarifikasi tersebut disampaikan usai dialog Bincang Kamisan, Kamis (27/11/2025), setelah muncul pemberitaan yang menarasikan pemerintah abai terhadap kondisi infrastruktur di Sumbawa.
Mantan Kadis Perumahan dan Pemukiman itu mengatakan, dalam pemberitaan tersebut tidak disampaikan secara utuh terkait apa disampaikannya.
Ia mengatakan bahwa pembangunan jalan saat ini tergantung pada skala perioritas, mengingat anggaran yang masih terbatas.
Bahkan dia mengatakan, jika anggaran sudah ada maka seluruh jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi akan dimuluskan.
Bahkan tahun ini saja kata Sadimin, perbaikan jalan justru lebih banyak di Pulau Sumbawa dibandingkan di Lombok dengan nilai anggaran puluhan miliaran.
"Kalau kita lihat sekarang justru di Sumbawa ada dua ruas jalan yang sedang di perbaiki, seperti di Simpang Tano-Seteluk itu panjangnya 3,5 kilometer dengan anggaran Rp32,5 miliar, belum di Lenangguar-Lunyuk itu Rp20 miliar," kata Sadimin.
Selain jalan, pemerintah juga melakukan perbaikan satu jembatan yakni Doro O'o yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu, proyek ini menelan anggaran Rp6,2 miliar.
“Cukup banyak di Sumbawa. Jadi kalau ketimpangan itu belum tentu benar. Karena pemerintah menggunakan skala prioritas,” kata Sadimin.
Baca juga: Pimpin Dinas PUPR, Sadimin Bakal Evaluasi Proyek Macet di NTB
Ia juga menjelaskan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi saat ini mencapai 1.400 kilometer lebih, dengan rincian di Lombok sepanjang 500 kilometer dan di Sumbawa 900 kilometer lebih.
Ini artinya kata Sadimin, anggaran untuk perbaikan jalan di Sumbawa memang lebih besar dibandingkan di Lombok.
“Jalan di Sumbawa jauh lebih panjang, jadi ketika rusak, biaya penanganannya juga lebih besar. Bahkan tahun ini, anggaran perbaikan jalan justru lebih besar dialokasikan untuk wilayah Sumbawa daripada Lombok,” kata Sadimin.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KLARIFIKASI-SADIMIN.jpg)