NTB

Kepala OPD NTB Digembleng Samakan Persepsi Pembangunan 5 Tahun ke Depan

Tribunnews.com/Robby Firmansyah
RETREAT KEPALA OPD - Kepala BPSDM NTB, Baiq Nelly Yuniarti saat ditemui, Kamis (27/11/2025). Puluhan kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB bakal di retreat dalam rangka menyamakan persepsi untuk pembangunan lima tahun kedepan dibawah kepemimpinan Iqbal-Dinda. 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov NTB menggelar retreat tiga hari bagi seluruh Kepala OPD untuk menyamakan persepsi pembangunan lima tahun ke depan.

  • BPSDM mengundang Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP), untuk menyampaikan materi terkait manajemen risiko sehingga seluruh regulasi dipahami oleh pejabat teknis tersebut.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan di retreat dalam rangka menyamakan persepsi untuk pembangunan lima tahun ke depan. 

Retreat ini akan berlangsung selama tiga hari mulai 28-30 November 2025, di Korem 162 Wira Bhakti di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, retreat wajib diikuti oleh seluruh Kepala OPD. 

"Ini wajib diikuti, sampai saat ini belum ada yang mengkonfirmasi tidak bisa ikut, nanti kita akan lihat kalau ada yang berhalangan apa alasannya," kata Nelly, Kamis (27/11/2025). 

Kegiatan ini diadopsi dari cara Presiden Prabowo Subianto saat retret para kepala daerah dan menterinya, dalam rangka menyamakan persepsi untuk pembangunan lima tahun mendatang. 

"Karena pengaruh saat kepala daerah bagus, kemarin Sekda dan Kepala Bappeda juga sudah di retreat di Jatinangor, giliran Kepala OPD sebagai pelaksana teknis," kata mantan Penjabat Bupati Kabupaten Dompu ini. 

Nelly mengatakan, dalam lima tahun ke depan ada banyak program prioritas Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), maka untuk menyukseskan program ini para kepala OPD harus memiliki persepsi yang sama. 

Baca juga: Wali Kota Bima Buka Oleh-oleh dari Retret, Presiden Minta Tuntaskan Masalah Kebersihan

Misalnya kata Nelly, terkait dengan program pengembangan pariwisata. Ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, tetapi juga menjadi tanggung jawab dinas lain seperti kelautan. 

"Pariwisata tidak hanya dipahami oleh ASN Dinas Pariwisata, tapi ASN kelautan harus paham juga, bahwa laut bisa menjadi obyek wisata, kampung nelayan bisa menjadi obyek wisata," kata Nelly. 

Selain menyamakan pandangan, kegiatan ini juga dalam rangka menekan penyalahgunaan kewenangan para pejabat daerah agar terhindar dari kasus tindak pidana. 

Untuk mencapai tujuan ini, BPSDM mengundang Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP), untuk menyampaikan materi terkait manajemen risiko sehingga seluruh regulasi dipahami oleh pejabat teknis tersebut. 

"Itu kenapa manajemen risiko BPKP yang menyampaikan, kemarin juga sudah kami lakukan dialog dengan tema Birokrasi Di Tengah Hukum, kemi mengedukasi supaya teman-teman ASN tidak takut," kata Nelly. 

Selain BPKP, beberapa materi yang akan disampaikan dalam retreat besok diantaranya kondusifitas wilayah dalam rangka mendukung pembangunan yang disampaikan Kapolda. 

Kemudian ideologi pancasila oleh Danrem, pendampingan dan pengawasan pembangunan oleh Kejati serta pengarusutamaan gender oleh Wagub Dinda. 

Nelly mengungkapkan retreat ini menelan anggaran Rp260 miliar selama tiga hari tersebut.

(*)