NTB

Penerimaan Negara di NTB Baru 71 Persen, PNBP Jadi Penopang Tertinggi

Istimewa
PNBP - Kepala Kanwil DJPb NTB Ratih Hapsari. 
Ringkasan Berita:
  • Realisasi penerimaan negara NTB hingga Oktober 2025 mencapai Rp3 triliun (71,69 persen), dengan PNBP menjadi komponen terbaik karena melampaui target.

  • PNBP didominasi penerimaan BLU pendidikan dan kesehatan, serta pendapatan kementerian/lembaga seperti paspor, wisata alam, dan lelang barang negara.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Realisasi penerimaan negara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai dengan Oktober 2025, sebesar Rp3 triliun dari target Rp4,3 triliun atau sebesar 71,69 persen. 

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ratih Hafsari menyampaikan, dari komponen tersebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi yang paling baik realisasinya sebesar Rp765 miliar lebih atau 119,5 miliar dari targetRp 640 miliar. 

Ratih mengatakan PNBP ini berasal dari empat badan layanan umum (BLU) sebesar Rp374,5 miliar terdiri dari dua rumpun pendidikan yakni UIN Mataram dan Universitas Mataram. 

Kemudian ada rumpun layanan kesehatan dari Politeknik Kesehatan dan Rumah Sakit Bhayangkara, serta layanan perbankan dan pendapatan lainnya. 

"Dari Unram dan UIN total Rp333,4 miliar, ini hampir 80 persen penerimaan BLU, jasa pelayanan rumah sakit Rp24,74 miliar, ada jasa layanan perbankan ini berasal dari pengelolaan dana BLU sebesar Rp8,32 miliar ini juga ada pendapatan lainnya dari riset dan penggunaan pihak ketiga sebesar Rp8 miliar," kata Ratih, Kamis, (27/11/2025). 

Baca juga: Rincian Fatwa MUI tentang Pajak Barang Konsumtif, PBB, hingga Penghasilan

Selain itu ada PNBP yang dikelola oleh kementerian dan lembaga sebesar Rp391,3 miliar. Ini terdiri dari pendapatan paspor sebesar Rp32,2 miliar, kemudian pendapatan bea lelang barang milik negara dan piutang sebesar Rp28,1 miliar, pendapatan wisata alam sebesar Rp22,51 miliar dan lain-lain sebesar Rp308,5 miliar. 

"Wisata alam ada tiga satuan kerja, pertama dari balai konservasi sumber daya alam NTB sebesar Rp602,9 juta dari BTNGR sebesar Rp21,62 miliar serta dari BTN Tambora Rp285 juta," kata Ratih.

Secara keseluruhan penerimaan negara di NTB sebesar Rp3 triliun dari target Rp4,3 triliun, terdiri dari penerimaan pajak Rp2,3 triliun dari target Rp3,6 miliar. Kemudian PNBP sebesar Rp765 miliar. 

(*)