NTB

Daftar 5 Bidang Kerja Sama Bali, NTB dan NTT, Mulai Dikerjakan 2026

Tribunnews.com/TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
KERJA SAMA - Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tiga provinsi disaksikan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (25/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Telah ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Regional Bali Nusa Tenggara (KR-BNN)
  • Bali, NTB, dan NTT sepakat untuk menyelesaikan instrumen hukum kerja sama di sisa waktu sebelum pelaksanaan

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Terdapat lima bidang kerja sama dalam Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Regional Bali Nusa Tenggara (KR-BNN) yang ditandatangani tiga gubernur di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (25/11/2025). 

Lima bidang ini di antaranya pariwisata, energi, konektivitas (perhubungan), perdagangan, dan ekspor-impor yang akan dikerjakan mulai tahun 2026.

"Insya Allah kita sudah berkolaborasi dalam bidang kerjasama tadi," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai meneken MoU, Selasa (25/11/2025). 

Iqbal mengatakan tiga provinsi ini sepakat untuk menyelesaikan instrumen hukum kerja sama di sisa waktu sebelum pelaksanaan. 

Baca juga: Bali, NTB dan NTT Teken MoU Kerja Sama di Mandalika, Fokus Pariwisata hingga Energi Terbarukan

Termasuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan dilakukan 22 Desember 2025.

Salah satu bidang kerja sama di bidang energi akan menjadi strategis.

Mitigasi terhadap perubahan iklim penting bagi Bali, NTB, dan NTT yang terdiri dari pulau-pulau kecil.

"Kalau tidak dikendalikan terjadi climate change dan kamilah korbannya," kata Iqbal. 

Kerja sama bidang energi yang dilakukan nantinya memanfaatkan potensi sumber daya matahari yang dimiliki NTB, NTT dan Bali yang juga 
sebagai pengembangan ekonomi hijau.

Potensi lain yang dimiliki tiga provinsi yang dulunya masuk wilayah Sunda Kecil ini adalah sektor kelautan.

"Kami ini kepulauan hidup dari kekayaan laut, laut harus kami jaga dan ini offering pariwisata dan hasil laut yang kami tawarkan," pungkas Iqbal. 

(*)