NTB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di NTB 20-22 November 2025

pixabay.com
CUACA HARI INI - Ilustrasi hujan deras. 
Ringkasan Berita:
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah NTB pada 20-22 November.

  • Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan gelombang tinggi 2 meter di perairan selatan.

 

TRIBUBLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan sedang hingga lebat selama 3 hari ke depan di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai tanggal 20-22 November 2025.

Adapun wilayah yang terdampak hujan ringan hingga lebat pada periode waktu tersebut yakni:

  • Kabupaten Lombok Barat: Narmada, Lingsar
  • Kabupaten Lombok Tengah: Praya, Jonggat, Batukliang, Kopang, Batukliang Utara
  • Kabupaten Lombok Timur: Sikur, Aikmel, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Sembalun, Suwela,, Pringgabaya, Labuhan Haji
  • Kabupaten Lombok Utara: Gangga, Kayangan, Bayan
  • Kabupaten Sumbawa: Utan, Batu Lanteh, Moyo Hulu, Alas Barat, Labuhan Badas, Rhee, Unter Iwes, Sumbawa
  • Kabupaten Bima: Tambora, Sanggar, Madapangga, Bolo, Soromandi, Donggo, Woha, Monta, Parado, Langgudu, Belo, Palibelo, Wawo, Lambitu, Wera, Ambalawi
  • Kabupaten Dompu: Woja, Kilo, Dompu, Pajo, Huu, Pekat
  • Kota Bima: Asakota, Rasana'e Barat, Mpunda, Raba, Rasanae Timur.

Baca juga: Cek Prakiraan Cuaca 6 Destinasi Wisata NTB 21 November 2025: Sembalun Hujan Ringan

Dengan adanya potensi terjadinya hujan ringan-lebat dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhatihati dengan dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat/petir, berkurangnya jarak pandang, baliho roboh, dan pohon tumbang.

Selain itu bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir waspada tinggi gelombang yang mencapai kurang lebih 2 meter di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB.

(*)