NTB
Program 'Goes to School Generasi Sehat Generasi Herbal' Gencarkan Cinta Herbal Indonesia
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Sebuah gerakan edukatif bertajuk "Generasi Sehat, Generasi Herbal" tengah digencarkan, PT Bintang Toedjoe melalui program Komix Herbal Talkshow Goes to School yang dilaksanakan di puluhan kota di Indonesia
Public Relations PT Bintang Toedjoe, Zaini Ahsan mengatakan, program ini berfokus menanamkan kesadaran akan hidup sehat, baik secara fisik maupun digital, di kalangan Generasi Z dengan menyoroti potensi herbal unggulan Nusantara, khususnya Jahe Merah.
"Untuk kegiatan Goes to School kita, tema utamanya adalah 'Generasi Sehat, Generasi Herbal'. Kami ingin menekankan agar Generasi Z kita menjadi generasi yang sehat secara fisik dan digital," kata Zain di Mataram, Sabtu (25/10/2025).
Fokus utama dari kegiatan sosialisasi ini adalah ingin memperkenalkan kembali khasiat Jahe Merah yang diibaratkan sebagai 'Ginseng-nya' Indonesia.
"Kami ingin Jahe Merah, yang merupakan unggulan di Indonesia, bisa menjadi idola baru generasi muda. Untuk itu, kami tularkan, 'Ayo cintai herbal, cintai jahe merah yang ada di Indonesia," jelas Zain.
Lebih lanjut dijelaskan, herbal memiliki tradisi yang mengakar kuat secara turun temurun dan telah banyak digunakan oleh masyarakat generasi terdahulu. Oleh karena itu, program ini bertekad menjadikan herbal tetap sustain dan berkelanjutan.
"Generasi sekarang harus menjadi transiser. Harapan kami, Jahe Merah bisa menjadi idola generasi muda, mendorong praktik Swamedikasi, dan menjadi pilihan untuk pengobatan yang lebih alami," tambahnya.
Kegiatan edukasi ini direncanakan menyasar total 21 kota, menunjukkan komitmen besar untuk menyebarkan pesan kesehatan alami ini secara luas.
"Harapan kami, program CSR ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi program-program serupa lainnya," tutupnya.
Program ini diharapkan dapat mencetak Generasi Z yang bijak dalam menjaga kesehatan dan bangga akan warisan alam Indonesia.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, Yogi Abaso mengatakan masyarakat harus jeli ketika membeli obat-obat herbal yang dijual bebas di pasaran.
Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan Minum Wedang Jahe, Termasuk Lancarkan Pencernaan
Ia mengatakan ada beberapa ciri obat herbal ilegal yang bisa dengan cepat di tandai oleh masyarakat, yakni tidak memiliki nomor BPOM, kemudian tampilan kemasan yang tidak sesuai dengan norma.
"Kami himbau masyarakat untuk membeli obat-obat herbal ini di toko resmi," tegas Yogi.
Ia mengatakan ada dua perlakuan yang dilakukan terhadap pemberantasan peredaran obat herbal ilegal ini, yakni dengan melakukan pembinaan jika pelakunya usaha kecil dan menengah (UMKM).
"Kalau yang sudah memiliki nomor izin sudah terbukti khasiat dan keamanan," kata Yogi
Lebih lanjut, BPOM Mataram juga melibatkan aparat penegak hukum untuk menindak pelaku penjualan atau produsen obat dan makanan berbahaya yang tidak memiliki izin edar.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/TALKSHOW-32109.jpg)