NTB
Kerap Terjadi Kecelakaan, Simpang 3 Sapari Dharma Raya Bertais Jadi Atensi Dishub Mataram
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Simpang tiga Sapari Dharma Raya yang berada di Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya menjadi sorotan Dinas Perhubungan Kota Mataram.
Pasalnya, simpang tiga yang menghubungkan Jalan Mataram - Sikur ini kerap terjadi Kecelakaan Lalulintas (Laka Lantas).
Catatan dinas terkait, setidaknya dalam kurun waktu September hingga Oktober tahun 2025 ini, ada tiga Lakalantas terjadi di tempat tersebut.
Pantauan TribunLombok.con, puing-puing tabrakan juga masih tersisa di simpang tiga tersebut, median jalan juga nampak sudah hancur imbas dari Laka Lantas yang terjadi.
Selain itu, di areal tersebut juga masih minim penerangan, Trafic Light yang ada di lokasi tersebut juga selama kurun waktu 2 bulan ini mati.
Imbasnya banyak masyarakat yang lalu lalang melanggar lampu merah, bahkan tak jarang lokasi tersebut terjadi kemacetan.
Baca juga: Kecelakaan Mengerikan di Kaligawe Semarang: KA Harina Tabrak Truk Trailer Saat Hujan Deras Melanda
Menyikapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin akan melakukan pembicaraan lebih jauh dengan Satlantas Polresta Mataram.
“Dalam beberapa kesempatan, kami (Dishub Kota Mataram) sempat berbicara dengan Pak Kasatlantas. Kami juga sudah berdiskusi dengan BPTD terkait posisi pulau jalan maupun median jalan di Simpang 3 Sapari Dharma Raya, yang kami duga masalah yang menyebabkan terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut,” ucap Zulkarwin setelah dikonfirmasi, Rabu (23/10/2025)
Dia mempertanyakan median jalan di lokasi tersebut apakah sudah sesuai dengan aturan lalu lintas.Terlebih, dengan telah dipasangnya stiker reflektif sebagai solusi jangka pendek kurangnya penerangan, tidak berjalan dengan baik.
“Kami sudah dipasang stiker reflektif, tapi tetap saja tertabrak. Atau mungkin karena manuver kendaraan yang terhalang? Hal-hal seperti itu nanti akan kita bicarakan lagi,” katanya.
Zulkarwin menyebutkan, pihaknya akan melakukan kros cek kembali ke lokasi tersebut, penataan median jalan menjadi sorotan tajam pihaknya.
“Mungkin dulu penempatannya (Median Jalan) kurang berkoordinasi, atau tidak sesuai dengan pertambahan jumlah kendaraan saat ini. Itu yang sedang kita coba revisi sekarang. Kita lihat dan kaji ulang, apakah posisinya terlalu maju, atau seperti apa intervensi yang perlu kita lakukan di sini,” pungkasnya.
Di lain pihak, seorang pengendara dari Lombok Tengah, Lalu Yasin Abdul Aziz mengungkapkan, setiap berkendara dan meleeati Simpang 3 Sapari Dharma Raya ini dirinya was-was.
Terkadang median jalan yang harusnya menjadi pembatas tidak nampak, ini membuat dirinya harus ekstra hati-hati ketika meleeati tempat tersebut.
“Kalau malam ini dia nggak keluatan pembatas jalannya, saya juga pernah nabrak dulu, syukur hanya keserepet sedikit saja, fan nggak kencang saya bawa motornya,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/LAKA-LANTAS-321.jpg)