NTB
Tindak Lanjut Kunjungan Menteri PU di Sumbawa, Pembangunan Bendungan Kerekeh dan Perbaikan Jalan
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA – Infrastruktur jalan dan bendungan di Kabupaten Sumbawa mendapat atensi serius dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo.
Perhatian ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja Menteri pada Minggu (19/10/2025) ke Sumbawa, didampingi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, dan Wakil Bupati Mohamad Ansori.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU meninjau sejumlah proyek strategis, termasuk Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan, mengevaluasi ruas-ruas jalan prioritas, dan meninjau lokasi rencana pembangunan Bendungan Kerekeh.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk segera menertibkan aktivitas pertanian jagung di kawasan hulu bendungan, melalui kerja sama dengan aparat desa dan masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga fungsi optimal infrastruktur.
"Kita harus manfaatkan pasilitas yang kita miliki, untuk kesejahteraan masyarakat," katanya pada Selasa (21/10/2025).
Selain meninjau Bendungan Beringin Sila yang telah beroperasi, Kementerian PU juga menegaskan dukungan terhadap rencana pembangunan Bendungan Kerekeh di Kecamatan Unter Iwes.
"Bendungan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyediaan air irigasi dan baku di wilayah tengah Sumbawa, serta memperkuat sistem pengendalian banjir di sepanjang aliran sungai Kerekeh,"terang Jarot.
Infrastruktur jalan utama di wilayah selatan Sumbawa, yang selama ini mengalami kerusakan, menjadi perhatian serius Kementerian PU.
"Dari lima ruas jalan yang diusulkan, tiga ruas akan segera direalisasikan, sementara dua lainnya akan masuk dalam tahap berikutnya setelah evaluasi teknis selesai,"jelasnya.
Ia menambahkan bahwa permohonan perbaikan jalan dan usulan Bendungan Kerekeh sedang dikaji tim sumber daya air, dan berharap "Kita akan koordinasikan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dimulai."
Bendungan Beringin Sila sendiri merupakan proyek strategis nasional yang melayani irigasi seluas 3.500 hektare dan menyediakan air baku 76 liter per detik, pembangkit listrik 1,4 MW, serta mereduksi banjir. Kehadirannya telah meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari 130 persen menjadi 280 persen, memungkinkan pola tanam tiga kali setahun.
Namun, Menteri PU menyoroti masalah yang dapat mengancam fungsi bendungan.
"Kemarin itu pak Menteri PU menyoroti kondisi beberapa bukit di sekitar bendungan beringin sila yang ditanami jagung oleh masyarakat. Aktivitas ini menurutnya, dapat merusak struktur tanah, meningkatkan risiko longsor, dan memicu sedimentasi di dalam bendungan pada musim hujan," tambah Jarot.
Kawasan sekitar bendungan seharusnya menjadi daerah resapan. Kalau ditanami jagung di lereng-lereng curam, air hujan akan membawa tanah turun ke waduk dan mempercepat sedimentasi. Ini perlu perhatian serius agar daya guna bendungan tetap optimal.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya pengendalian tata lahan di kawasan tangkapan air bendungan.
Ia menyampaikan bahwa upaya pelestarian fungsi bendungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat.
"Pembangunan Bendungan Kerekeh menjadi salah satu prioritas yang sedang dikaji oleh tim SDA. Kita akan pastikan sinergi dengan Pemkab agar semua kesiapan teknis dan sosial berjalan baik," pungkas Iqbal.
Kementerian PU juga memastikan akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga kualitas dan daya tahan bendungan di Sumbawa, baik yang telah beroperasi seperti Beringin Sila, maupun yang masih dalam tahap perencanaan seperti Kerekeh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Menteri-PU-Ir-Dody-Hanggodo-melakukan-kunjungan-kerja-ke-Sumbawa.jpg)