NTB
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Wilayah NTB 22 hingga 28 Oktober
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Praya mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpotensi melanda wilayah pesisir Lombok dan Bima.
Fenomena ini diperkirakan berlangsung mulai 22 hingga 28 Oktober 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa potensi banjir rob dipicu oleh pasang maksimum air laut yang mencapai lebih dari 1,8 hingga 1,9 meter, disertai gelombang laut tinggi dan kondisi cuaca yang dinamis di sekitar perairan NTB.
Masyarakat di wilayah pesisir Lombok dan Bima diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob akibat pasang air laut maksimum yang bertepatan dengan fase bulan purnama.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah perairan Lembar diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan sedang dengan arah angin tenggara selatan berkecepatan 5–20 knots.
Baca juga: Waspadai Cuaca Ekstrem di NTB, BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan
Tinggi gelombang di perairan ini mencapai 2,5–4 meter, dengan waktu pasang maksimum terjadi antara pukul 22.00–02.00 WITA.
Sementara itu, wilayah perairan Sape di Bima juga diperkirakan mengalami kondisi serupa. Angin berembus dari tenggara–barat daya dengan kecepatan 5–20 knots, dan tinggi gelombang mencapai 1,25–2,5 meter. Pasang maksimum di wilayah ini diperkirakan terjadi pada pukul 23.00–01.00 WITA.
BMKG mencatat sejumlah daerah yang berpotensi terdampak banjir rob, antara lain:
- Lombok: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
- Sumbawa: Sumbawa dan Labuhan Badas.
- Bima: Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.
BMKG mengimbau masyarakat dan nelayan agar tidak memaksakan aktivitas di laut pada saat kondisi pasang tinggi dan gelombang besar.
Selain itu, warga di pesisir diminta mengamankan barang-barang penting serta memantau informasi terkini dari kanal resmi BMKG.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Gelombang-Ampenan.jpg)