NTB

Dikes Cari Penyebab Puluhan Siswi di Lombok Timur Diduga Keracunan MBG

ISTIMEWA
PAKAI INFUS - Seorang siswadirawat di Puskesmas Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Jumat (17/10/2025). Dinkes Lotim akan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG untuk mengidentifikasi apakah kasus keracunan karena disebabkan MBG atau tidak. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sejumlah siswa di Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dilarikan ke Puskesmas dengan keluhan muntah dan diare setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (17/10/2025).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lotim Pathurrahman, meminta pihak puskesmas memberikan tindakan medis cepat sebagai langkah awal penanganan. 

Ia menegaskan agar pelayanan terhadap pasien dilakukan secara maksimal sesuai keluhan yang dialami. 

"Kita utamakan tindakan dulu, pelayanan yang baik. Nanti selanjutnya kita cari tahu penyebabnya," jelasnya saat dihubungi pada (19/10/2025).

Pihaknya akan turun langsung ke puskesmas untuk memastikan penyebabnya apakah karena makanan atau faktor lain. 

"Kita belum dapat memastikan, pastinya kita akan lakukan periksa lebih dalam penyebabnya," ungkapnya.

Baca juga: Puluhan Siswa di Lombok Timur Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Goreng dari Program MBG

Dinkes Lotim selanjutnya akan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab turunnya kondisi kesehatan para pelajar. 

"Kita akan cari sampel makanannya dan lakukan uji lab," pungkasnya.

Sebanyak 23 siswa merasakan mual dan pusing usai menyantap menu MBG.

Guru yang mencicipi menu MBG juga mengaku merasa pusing. 

Seorang wali murid di SMP Islam Terpadu Lukman Hakim Pohgading Muhammad Takdir, mengatakan anaknya mulai merasa pusing dan mual setelah memakan menu nasi goreng dari MBG. 

"Anak saya merasa sakit perut biasa dan muntah-muntah kemudian pusing dan mual setelah tadi dapat MBG, kebetulan tadi menunya nasi goreng," terangnya.

Takdir mengaku, menu nasi goreng yang diterima anaknya saat itu dalam kondisi baik dan tidak ada rasa yang berubah baik dari segi rasa maupun aroma. 

"Ya, tidak ada yang berubah rasanya, bahkan anak saya bilang rasanya itu enak dan makan nasi gorengnya tadi itu habis dimakan," ujar Takdir. 

Seorang guru inisial LN mengungkap bahwa ada guru yang mencicipi menu MBG juga merasakan kondisi yang sama. 

"Ada juga guru yang mencoba mencicipi nasi goreng tadi sebanyak tiga orang dan mereka mual dan muntah juga, siswa saya juga banyak yang terkena gejalanya tadi sore dilarikan ke Puskesmas," pungkasnya.

(*)