NTB
Polisi Mediasi Rencana Pernikahan Pasangan Beda Agama di Cakranegara Mataram
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Polsek Sandubaya memfasilitasi proses mediasi terkait rencana perkawinan beda agama di wilayah Cakranegara Utara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah serta mencegah munculnya potensi konflik sosial.
Mediasi digelar di Aula Kantor Lurah Cakranegara Utaradengan menghadirkan Bhabinkamtibmas, tiga pilar kelurahan, perangkat Desa Kekait, calon mempelai, serta perwakilan keluarga kedua belah pihak, pada Jumat (17/10/2025).
Rencana perkawinan beda agama ini melibatkan seorang perempuan warga Kelurahan Cakranegara Utara beragama Hindu dan seorang pria asal Desa Kekait yang beragama Islam.
Pertemuan tersebut difasilitasi secara kekeluargaan untuk memastikan tidak muncul persoalan atau keberatan dari pihak manapun di kemudian hari.
Meski proses dialog berlangsung cukup dinamis, mediasi berhasil mencapai mufakat. Kedua belah pihak akhirnya sepakat melanjutkan rencana pernikahan tanpa adanya penolakan dari keluarga maupun pihak luar.
Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto, mengapresiasi langkah yang ditempuh jajarannya bersama perangkat kelurahan dalam menangani persoalan tersebut.
“Ini merupakan salah satu upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas,” kata Niko dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Perjalanan Cinta Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, Pernikahan Mewah Diselenggarakan 7 Hari 7 Malam
Ia menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan sosial di masyarakat melalui komunikasi dan musyawarah.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelesaian persoalan ini sehingga dapat berjalan baik tanpa konflik,” ujarnya.
Melalui mediasi tersebut, Polsek Sandubaya berharap masyarakat tetap menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati antar sesama, terutama dalam menghadapi isu sensitif seperti perkawinan beda agama.
Kesepakatan damai ini juga diharapkan menjadi contoh penyelesaian persoalan secara humanis dan bijak di tengah masyarakat.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PERNIKAHAN-BEDA-AGAMA-32.jpg)