NTB
Penyebab Keracunan MBG SD di Kota Bima, Menu Dikonsumsi Melebihi Batas Waktu
TRIBUNLOMBOK.COM - Sejumlah pihak di SDN 11 Manggemaci Kota Bima mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SDN 11 Manggemaci Kota Bima Hartuti mengatakan bahwa keracunan dialami penjaga sekolah bernama Yunus bersama 4 anggota keluarganya yang mengonsumsi MBG pada sore dan malam hari.
Selanjutnya kelimanya mengeluhkan gangguan kesehatan sehingga dilarikan ke RSUD Kota Bima.
Hal yang sama dialami guru SDN 11 yang membawa MBG pulang ke rumah dan disantap suaminya pada keesokan hari.
Gejala gangguan kesehatan berupa mual dan diare dialami.
Baca juga: Klarifikasi Siswi SMP di Lombok Timur Terkait Komentar MBG Viral di Medsos
“Pasien yang dirawat merupakan keluarga sekuriti dan guru, bukan siswa aktif, dan hingga saat itu belum ada laporan tambahan dari orang tua siswa lainnya,” ujar Hartuti, dikutip dari Kompas.com, Rabu (15/10/2025).
Setelah dirawat, sejumlah pihak yang mengalami keracunan dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang lagi ke rumah pada Senin (13/10/2025).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bima Mpunda Sadia 2 Yusuf, mengatakan penyebab gangguan kesehatan diduga bukan berasal dari proses pengolahan di dapur SPPG.
Hal itu diketahui berdasarkan hasil koordinasi dengan Puskesmas Mpunda, Dinas Kesehatan, dan Intelkam Polres.
"Bahwa makanan disimpan dan kemudian dikonsumsi lebih dari batas waktu aman konsumsi, bahkan sampai keesokan harinya sebelum dimakan,” kata Yusuf.
Terdapat keterlambatan konsumsi MBG yang melebihi waktu aman konsumsi (4-6 jam) sejak siap didistribusikan.
Yusuf juga meminta agar seluruh sekolah penerima manfaat MBG mengonsumsi hidangan itu di sekolah, dan tidak membawa pulang.
(Kompas.com)
Telah tayang dengan judul Keracunan MBG di Bima akibat Baru Dimakan Usai Lewati Batas Layak Konsumsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ilustrasi-proses-pembagian-MBG-di-SD-1-Selat-Narmada.jpg)