NTB
Investasi NTB Triwulan III Tahun 2025 Tembus 80 Persen
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Capaian investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai dengan triwulan III tahun 2025, sudah mencapai 80 persen dari target nasional Rp61 triliun.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan, ada banyak hal yang menjadi persoalan investasi di NTB, mulai dari kepastian hukum hingga masalah infrastruktur yang ada di daerah.
Hanya saja, tidak semua persoalan tersebut bisa diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi NTB melainkan membutuhkan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota.
"Itu kenapa hari ini kita melakukan rapat evaluasi untuk percepatan, mendengarkan apa yang menjadi hambatan di kabupaten termasuk provinsi," kata Iqbal saat ditemui di Kantor Bank NTB Syariah, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Investasi KEK Mandalika Capai Rp5,74 Triliun hingga Pertengahan 2025
Dari berbagai persoalan tersebut kata Iqbal, pemerintah provinsi bisa mengintervensi masalah perizinan. Sementara sisanya menjadi bagian dari kabupaten/kota di NTB.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menyampaikan, kedepannya NTB membidik investasi di bidang pertanian dan pariwisata. Alasannya karena dua sektor ini bisa berdampak langsung kepada masyarakat.
"Setiap investasi di sektor pertanian dan pariwisata akan berdampak langsung terhadap gini rasio dan daya beli masyarakat," jelas Iqbal.
Meskipun kata Iqbal, sektor pertambangan masih mendominasi investasi di NTB, namun dampaknya tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Pertambangan itu padat modal, sekali melakukan investasi jumlahnya besar, tapi kita mengukur dampaknya kepada masyarakat," kata Iqbal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma mengatakan investasi dibidang pertanian nantinya dengan pola hilirisasi hasil pertanian sehingga meningkatkan nilai ekspor.
"Hilirisasi olahan pertanian yang akan menopang pangan, nanti akan dirumuskan (pola investasi) oleh teman-teman dinas teknis," kata Irnadi.
Irandi mengungkapkan luas lahan pertanian di NTB masih banyak, sehingga potensi inilah yang akan dimanfaatkan kedepannya. Meskipun saat ini investasi dibidang pertanian masih dibawah tambang dan pariwisata.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/INVESTASI-NTB-32098.jpg)