NTB

Diterpa Angin Kencang, Hari Kedua Skylancing 2025 Dibatalkan Demi Keselamatan

Dok. Istimewa
OLAHRAGA - Event Skylancing Paragliding Xcross Country Championship 2025 secara resmi dibuka pada Selasa, 14 Oktober 2025 di Bukit Sky Lancing, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sayangnya, pada hari kedua lomba, Rabu (15/10/2025), seluruh peserta gagal melakukan take off. 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH – Event Skylancing Paragliding Xcross Country Championship 2025 secara resmi dibuka pada Selasa, 14 Oktober 2025 di Bukit Sky Lancing, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur TNI, pemerintah, hingga komunitas olahraga dirgantara.

Event prestisius berskala internasional ini menjadi ajang kebanggaan NTB sekaligus bagian dari strategi besar mendorong pariwisata olahraga dirgantara (air sport tourism).

Sayangnya, pada hari kedua lomba, Rabu (15/10/2025), seluruh peserta gagal melakukan take off. Hal ini disebabkan oleh kecepatan angin yang mencapai hingga 35 km/jam, melebihi batas maksimum yang diizinkan untuk terbang.

“Sejak pukul 11.00 WITA, kecepatan angin di atas landasan take off berada di atas 25 km/jam, dan hingga pukul 13.00 belum juga turun. Karena alasan keselamatan, take off kami batalkan,” kata Mic Director atau Sutradara Pertandingan Sky Lancing Paragliding Xcross Country Championship 2025 Aries Pribaya.

Imbasnya, sebanyak 32 peserta yang ikut terbang pada hari pertama event menuju ke halaman kantor Bupati Lombok Barat di Kecamatan Gerung Lombok Barat, NTB gagal dilakukan.

"Tadi sudah kita lakukan briefing sebelum take off. Tapi kondisi alam dan cuaca belum mendukung," kata Aries ditemui di Bukit Sky Lancing, Lombok Tengah, Rabu siang (15/10/2025).

Baca juga: 80 Atlet Internasional Ikuti Sky Lancing X’Cross Country Championship 2025, Siap Terbang 24 Km

Selain itu, berdasarkan hasil breafing pukul 11.00 Wita, semula landasan Landing para peserta akan dialihkan ke persawahan warga di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan atau Desa Tempos di Kecamatan Gerung. Rencana itu dilakukan demi keselamatan para peserta.

"Risikonya lebih tinggi, kami tidak akan memaksakan landing di kantor Bupati, Lombok Barat," ujar Aries.

Aster Kaskoopsudnas Marsma TNI Elya Ardianto, mewakili Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan ajang bertaraf internasional ini di Bumi Gora.

“Event ini bukan sekadar lomba, tetapi wujud nyata sinergi antara olahraga, pariwisata, dan kedirgantaraan yang berpadu dalam semangat kebangsaan,” ujar Pangkoopsudnas dalam sambutan tertulisnya.

Kolonel Sonny Irawan menambahkan, kegiatan paralayang ini menjadi bagian dari pembinaan potensi dirgantara serta sarana mempererat sinergi antara TNI AU, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga udara.

“Kegiatan ini turut menjadi sarana promosi wisata dirgantara dan memperkenalkan olahraga kedirgantaraan kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Baca juga: 80 Atlet Internasional Ikuti Sky Lancing X’Cross Country Championship 2025, Siap Terbang 24 Km

Kadispora NTB Wirawan Ahmad menyampaikan bahwa NTB sangat bangga dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan ini. Selain menjadi wadah kompetisi, menurutnya ajang ini menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami percaya, dengan dukungan seluruh pihak, event ini akan membawa manfaat besar bagi perkembangan olahraga dirgantara dan pariwisata NTB,” kata Wirawan.

“Mari kita jadikan ajang ini sebagai wadah mempererat persaudaraan dan semangat sportivitas. Nikmatilah setiap detik perlombaan ini dengan semangat, namun tetap menjunjung tinggi fair play dan keselamatan,” imbuhnya.

Event Skylancing 2025 diikuti lebih dari 80 atlet paralayang nasional dan internasional, termasuk dari Malaysia, Thailand, Australia, dan Korea Selatan. Para peserta akan menempuh lintasan sejauh lebih dari 40 kilometer melintasi pemandangan perbukitan, pesisir, dan persawahan khas Lombok.

Ajang ini memperebutkan total hadiah senilai 18.000 USD, dan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Oktober 2025.

Jenis perlombaan Xcross Country Paragliding menuntut atlet menempuh rute lintas udara dari titik lepas landas menuju titik pendaratan tertentu, tanpa bantuan mesin. Para peserta harus mengandalkan arus angin, termal, serta kemampuan membaca cuaca dan medan.

(*)