NTB
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lombok Tengah, Ada Kirab Bendera Pataka Sejauh 3,5 Kilometer
Penulis: Sinto | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Sinto
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Sidang Utama DPRD, Selasa (14/10/2025).
Rapat paripurna ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Lombok Tengah ke-80 (15 Oktober 1945 – 15 Oktober 2025).
Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Ramdan.
Rangkaian paripurna diawali dengan prosesi penerimaan Bendera Lombok Tengah yang dibawa Pasukan Tanda Kehormatan (Pataka) Lombok Tengah dari Kantor Camat Praya ke Kantor DPRD dengan berjalan kaki.
Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut serta melakukan aksi jalan kaki sejauh 3,5 kilometer.
Kirab bendera pataka ini diramaikan dengan drum band dan musik tradisional Gendang Beleq, dengan menggunakan pakaian adat Sasak.
Baca juga: Momentum HUT ke-80 Lombok Tengah, Ketua DPRD Jadikan Sebagai Tonggak Evaluasi Fungsi Pengawasan
Rombongan selanjutnya disambut oleh Ketua DPRD dan jajaran pimpinan, serta seluruh anggota dewan.
Kemudian bendera pataka diterima secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah dan Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Tengah untuk selanjutnya diparipurnakan sebagai simbol penghormatan atas perjalanan sejarah, jati diri, serta semangat kebersamaan masyarakat Lombok Tengah.
Ketua DPRD, Lalu Ramdan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum 80 tahun Lombok Tengah harus dimaknai sebagai refleksi perjalanan panjang daerah, sekaligus pengingat untuk terus menjaga persatuan, gotong royong, dan semangat membangun.
Agenda rapat paripurna berlanjut dengan penyampaian penjelasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD Tahun Anggaran 2026 oleh Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.Ip., M.A.P.
Pathul menekankan bahwa arah pembangunan tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan publik, pembangunan infrastruktur yang merata, penguatan perekonomian masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Semua itu sejalan dengan visi pembangunan Lombok Tengah yang mandiri, berdaya saing, harmonis dan sejahtera (MASMIRAH)," terang Pathul.
Kegiatan ini dinilai menjadi momen bersejarah untuk memperkokoh komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan Lombok Tengah menuju usia ke-80 tahun dengan semangat persatuan dan kemajuan.
Bupati sekaligus banyak menyampaikan terkait Rancangan Kebijakan Umum APBD 2026 yang akan difokuskan pada optimalisasi capaian pendapatan asli daerah dan peningkatan kemandirian fiskal daerah.
Pathul menyampaikan, belanja daerah pada tahun anggaran 2026 direncanakan sebesar Rp2.398.210.370.660 dengan prioritas pada pengalokasian belanja yang bersifat wajib dan mengikat, serta dukungan operasional belanja layanan publik.
Kemudian pendapatan daerah diprojektasikan sebesar Rp2.429.391.068.000. Pemerintah kabupaten juga memprioritaskan belanja untuk mendukungan program prioritas nasional dan provinsi, seperti upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, penanganan prevalensi stunting, dan pengendalian inflasi daerah.
"Kami optimistis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99-6,25 persen pada tahun 2026," demikian Pathul.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/pataka_hut_lombok_tengah_2020467.jpg)