NTB
Indeks Demokrasi Indonesia di NTB Tumbuh 6,31 persen, Aspek Kebebasan Jadi Sorotan
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2024 sebesar 76,37 persen, tumbuh secara signifikan 6,31 persen dibandingkan tahun 2023.
Deputi I Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Kementerian Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Mayjend TNI (Purn) Heri Wiranto mengatakan, pertumbuhan IDI di NTB ini cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi.
"Tapi secara keseluruhan capaian Indeks Demokrasi di NTB perlu ditingkatkan. Capaian Indeks Demokrasi Indonesia akan menjadi indikator utama kinerja gubernur," kata Heri, Kamis (25/9/2025).
Heri berharap pertumbuhan IDI di NTB semakin tahun semakin membaik, seiring tercapainya tiga aspek penilaiannya yakni kebebasan, kesetaraan dan kapasitas lembaga demokrasi.
Aspek kapasitas lembaga demokrasi di NTB kata Heri menjadi yang paling banyak mendapatkan poin yakni 10,5 persen. Sementara dua aspek lainnya membutuhkan perhatian, agar tidak stagnan pada capaian yang ada saat ini.
Baca juga: Partai Politik dan Penonaktifan Anggota Dewan: Krisis Sistemik Demokrasi Indonesia
Deputi Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan, meskipun IDI di NTB mengalahkan peningkatan namun secara umum nilainya masih kategori menengah.
Ateng mengungkapkan capaian ini bisa ditingkatkan, jika kondusifitas daerah saat Pemilu dan Pilkada bisa dijaga.
"Saya yakin kalau kondisi kondusif, masyarakat juga pada saat menyalurkan aspirasi tidak dengan cara kekerasan, ini akan berdampak positif," kata Ateng.
Ateng mengungkapkan dari tiga aspek yang menjadi penilaiannya, aspek kebebasan yang perlu di kawal karena pertumbuhannya masih stagnan hanya meningkat 0,3 persen atau sebesar 79,53 persen.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/KONPRENSI-PERS-DEPUTI-8.jpg)