NTB
Imbas Pembangunan Bendungan Meninting Warga Kesulitan Air Bersih
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, menyisakan persoalan bagi warga yang ada di sekitar lokasi pembangunan.
Perwakilan warga Desa Meninting, Siti Nurhidayati menyampaikan, sosialisasi yang dilakukan pemerintah saat sebelum pembangunan berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan saat ini.
Dulu kata Ida, pemerintah menjanjikan pembangunan yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) ini menjadi daerah wisata, kemudian akan akan menjadi sumber pengairan untuk irigasi para petani. Kini warga di sana mengeluhkan terkait ketersediaan air bersih.
"Tujuh tahun berlalu, mereka terombang ambing dengan ketersediaan air bersih. Ada yang sudah disediakan oleh PT Hutama Karya namun belum mencukupi kebutuhan warga," kata Ida, Rabu (24/9/2025).
Ida mengungkapkan, saat ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka harus membeli. Meskipun sudah ada sumur bor, namun warga harus mengantri hampir dua jam lamanya.
"Tuntutan kami ditambah ketersediaan air, sudah dibangun sumur bor tapi jaraknya masih jauh, itu bisa ditambah," kata Ida.
Pembangunan tersebut sudah dimulai sejak tahun 2019 lalu, awalnya pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2024 namun nyatanya sampai saat ini bendungan tersebut belum juga diresmikan.
Selain persoalan air bersih, banyak warga yang kehilangan lahan imbas pembangunan ini. Mereka yang dulunya petani, kini harus bekerja keluar negeri karena tidak ada lagi lahan garapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Warga-menggelar-unjuk-rasa-di-depan-Kantor-Gubernur-NTB.jpg)