NTB

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem dan Banjir ROB di NTB, 9–14 September 2025

pixabay.com
CUACA HARI INI - Ilustrasi hujan deras. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 9 hingga 14 September 2025. 

Peringatan ini mencakup intensitas hujan yang meningkat, potensi banjir ROB di wilayah pesisir, serta gelombang tinggi di sejumlah perairan sekitar NTB.

Dalam beberapa hari terakhir, NTB dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Forecaster on duty BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer yang saling berkaitan.

Terdapat tiga indikator utama yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB, yakni adanya aktivitas Gelombang Atmosfer Equatorial Rossby yang memicu pembentukan awan hujan, kemudian kelembaban udara tinggi pada berbagai lapisan atmosfer.

Fakto lainnya yakni, labilitas atmosfer yang kuat, mendukung pertumbuhan awan konvektif seperti cumulonimbus yang identik dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di berbagai kabupaten/kota di NTB, meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur yang berada di Pulau Lombok.

Sementa di Pulau Sumbawa meliputi Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Dompu, dan Kota Bima.

BMKG memperkirakan bahwa potensi hujan lebat akan mulai berkurang pada tanggal 12 hingga 14 September 2025, seiring dengan pergeseran gelombang Rossby ke arah barat. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi secara lokal.

Selain hujan ekstrem, BMKG juga memperingatkan potensi banjir ROB di wilayah pesisir NTB pada tanggal 9 hingga 15 September 2025. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi:

  • Lombok: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.
  • Sumbawa: Sumbawa dan Labuhan Badas.
  • Bima: Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

Sementara itu, gelombang tinggi diprediksi terjadi di beberapa perairan NTB antara tanggal 11 hingga 14 September 2025, dengan rincian:

  • Tinggi 2,5–4,0 meter: Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Lombok dan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.
  • Tinggi 1,25–2,5 meter: Selat Lombok bagian utara, Selat Alas bagian utara, dan Selat Sape bagian utara dan selatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, pohon tumbang, dan banjir ROB. 

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat 3 Hari ke Depan di NTB 3-5 September

Atas potensi tersebut, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan saluran air dari sampah untuk mencegah luapan, menghindari aktivitas luar ruangan saat cuaca ekstrem, Memangkas ranting pohon yang rapu, dan enyiapkan rencana evakuasi dini bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah mitigasi, termasuk pengecekan infrastruktur drainase, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dalam upaya penanganan bencana.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial, maupun aplikasi mobile.

(*)