NTB
Kalah Bersaing dengan Sekolah Swasta, Ini Langkah Bupati KSB Atur Kuota Sekolah Negeri
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, SUMBAWA BARAT - Sejumlah sekolah negeri di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sepi peminatnya. Hal itu membuat perhatian husus dari Bupati KSB Amar Nurmansyah.
Amar Nurmansyah melihat sejumlah sekolah negeri di KSB kekurangan siswa di tahun ajaran 2025-2026 ini.
"Ya banyak sekolah terutama negeri di sini tidak mendapatkan siswa, ada yang 11 siswanya," katanya saat ditemui pada Rabu (3/9/2025).
Amar menyebut sekolah yang kurang mendapatkan siswa tersebut karena berdekatan dengan sekolah-sekolah swasta yang menjadi favorit wali murid.
"Itu faktornya, karena masyarakat (wali murid) kebanyakan memilih sekolah swasta karena dianggap bagus," terangnya.
Bukan hanya itu, sekolah-sekolah tersebut kerap menerima siswa di luar kemampuan kapasitas kelas yang dimilikinya.
"Lihat saja sekolah-sekolah (swasta) itu, ada yang menempatkan siswanya belajar bukan di dalam kelas hari ini," terangnya.
Bupati mengakui, memang memilih sekolah untuk anak-anak menjadi hak bagi para wali murid. Namun di sisi lain, sekolah harus sadar dengan kemampuannya. Tidak kemudian memaksakan menerima seluruh pendaftar hingga melampaui kapasitas kelas yang dimilikinya.
"Makanya penting membatasi sekolah swasta itu. Dan ini juga sebagai bentuk usaha kita memberikan pelayanan pendidikan yang baik bagi masyarakat," terangnya.
Baca juga: Polres Lombok Utara Kantongi Daftar Nama Terduga Pelaku Pembunuhan Siswi Unram di Pantai Nipah
Bupati menuturkan, tidak saja terjadi di wilayah Taliwang. Di beberapa kecamatan, terutama yang terdapat sekolah swastanya dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penyusutan yang signifikan.
"Ada beperapa selolah SD hari ini, jumlah siswa kelas satunya hanya belasan bahkan ada di bawah 10 anak saja,” ungkapnya.
Fenomena minimnya siswa pada sekolah-sekolah negeri di KSB saat ini memang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat telah menyusun rencana terhadap beberapa sekolah akan dilalukan merger (penggabungan), akibat siswanya yang terus berkurang setiap tahunnya.
Salah satu contohnya, pada SD Negeri 7 Taliwang di Kelurahan Kuang. Sekolah tersebut diwacanakan oleh Dinas Dikbud untuk digabungkan dengan SD Negeri 1 Taliwang yang jumlah siswanya sangat banyak karena menjadi sekolah buruan para orang tua setiap tahun ajaran baru.
Kepala Dinas Dikbud KSB, Agus sebelumnya menyampaikan, menggabung SDN 7 dengan SDN 1 Taliwang bisa menjadi opsi dalam rangka mengoptimalkan sarana pendidikan yang ada.
"Karena kebetulan dua sekolah itu bersebelahan, sehingga pengabungan aset-aset gedungnya lebih mudah. Jadi tidak perlu lagi kita buatkan lokal baru," tambahnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENDIDIKAN-KEKURANGAN-SISWA-32.jpg)