NTB
Sebelum Dicor, Nurminah Ditembak Senapan Gas oleh Pelaku
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Satreskrim Polres Lombok Barat mengungkapkan detik-detik korban Nurminah (27) tewas dicor oleh kekasihnya IImam Hidayat (29).
Kasatreskrim Polres Lomok Barat mengungkapkan, kejadian tragis ini bermula pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA.
Korban awalnya datang ke rumah tersangka. Dua jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WITA, tersangka memeriksa ponsel korban dan menemukan percakapan WhatsApp serta Facebook dengan mantan pacar korban.
Penemuan ini langsung memicu pertengkaran hebat di antara keduanya hingga terjadi kekerasn fisik.
"Meski sempat mereda, cekcok kembali pecah sekitar pukul 12.00 WITA. Pelaku yang sudah dikuasai emosi tidak dapat menahan diri," ungkap Lalu Eka.
Emosi pelaku memuncak hingga sempat memukul kepala korban berkali-kali menggunakan kepalan tangannya, baik di sisi kiri maupun kanan.
Setelah itu, tersangka mengambil senapan gas, mengokangnya, dan menembak korban di kepala sebelah kiri. Tembakan itu membuat NU langsung tergeletak dan tidak sadarkan diri.
Baca juga: Motif Pembunuhan Wanita Dicor di Lombok Barat Dipicu Masalah Asmara
Dalam kepanikan, tersangka memutuskan untuk menghabisi nyawa korban dan berusaha menghilangkan jejak.
"Jasad korban dimasukkan ke dalam sumur yang berada di dapur rumah, kemudian ditimbun dengan campuran pasir dan semen hingga tertutup rapat," ungkapnya.
Lalu Eka mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, motif di balik pembunuhan ini dilatarbelakangi masalah asmara.
"Motif pembunuhan ini bermula dari rasa cemburu yang dirasakan pelaku terhadap korban," ungkap Lalu Eka.
Sebelumnya keluarga korban yang berasal dari Desa Beleke Kecamatan Gerung Lombok Barat tidak terima dengan perlakuan keji yang dilakukan oleh pelaku.
Bahkan perlakuan tak manusiawi yang dilakukan pelaku dinilai sudah lebih kejam dari psikopat, hingga polisi tak perlu lagi melakukan tes kejiwaan.
“Kami tidak mengatakan psikopat lagi, kalau ada istilah lebih dari itu, maka itulah dia,” ucap kakak sepupu Nurminah, Ahmad Ridwan setelah dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025)
Sampai saat ini lanjut dia, keluarga tidak pernah membayangkan Nurminah akan mati dengan cara mengenaskan, terkubur dalam di sumur dengan dicor menggunakan pasir dan semen secara berlapis.
“Tindakan yang dilakukan pelaku ini sangat biadab. Sampai sekarang kami masih tidak menyangka adik kami dibunuh dengan cara yang tidak manusiawi seperti ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
aku tidak perlu lagi dilakukan tes kejiwaan, karena perbuatannya sudah jelas merupakan tindakan yang direncanakan dengan matang.
“Tidak usah dites kejiwaan dia itu. Ini sudah melewati batas. Mana ada orang gila bisa menyusun skenario sebersih dan seterstruktur ini,” ungkapnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/JASAD-DICOR-KEKASIH-432.jpg)