NTB
Gempa Besar Intai Selatan Lombok, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmasnyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Tujuh tahun pasca gempa bumi yang mengguncang Lombok pada 2018 silam, ancaman bencana tersebut masih mengintai jutaan penduduk di pulau kecil ini. Bahkan ini diperkirakan lebih dahsyat dari gempa sebelumnya.
Ahli Seismologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pepen Supandi mengatakan, di wilayah selatan Lombok terdapat satu patahan besar yang aktif yang dapat menimbulkan gempa besar atau megatrust.
Patahan ini membentang dari Myanmar, Sumatera, Jawa, Bali hingga dekat Australia yang dinamakan sebagai Segment Sunda. Skenario terburuk yang dibuat oleh para ahli magnitudo dari gempa ini mencapai 8,5 SR.
"Jadi zona megatrust ada yg terkunci ada yang sudah rilis dalam bentuk gempa kecil, yang kita khawatirkan yang terkunci kita sebut seismic," kata Pepen ditemui di Mataram.
Lebih lanjut Pepen mengatakan, namun dalam kurun waktu tertentu gempa besar itu bisa saja tidak terjadi. Tetapi energi tersebut dikeluarkan dalam bentuk gempa kecil.
"Jadi ini (skenario) bentuknya kesiap-siagaan, bukan untuk menakut-nakuti atau membuat masyarakat resah. Kita harus siap dengan yang besar meskipun nanti yang datang kecil," katanya.
Pepen juga mengingatkan bahwa di selatan Lombok dilewati oleh sesar naik yang dinamakan Flores Megatrust, memiliki karakteristik dapat menimbulkan tsunami.
"Jadi skenario terburuk dibuat, ketika itu terjadi kita lebih siap," ucapnya.
Baca juga: Dari Puing ke Peluang, Refleksi Gempa Lombok 2018, Bangkitnya Jiwa Kolektif dan NTB Tangguh
Pepen mengatakan berdasarkan penelitian para ahli yang dikhawatirkan di zona Gusur Sunda, mulai dari pantai barat Sumatera hingga selatan Bali.
Namun bila pada zona tersebut tidak terjadi gempa besar kata Pepen, bisa saja energi tersebut sudah dikeluarkan dalam bentuk gempa kecil.
"Jadi sekarang bukan lagi kita berbicara gempa, karena setiap hari ada gempa, paling penting bagaimana kita siap dengan gempa itu," kata Pepen.
Pepen mengatakan sampai saat ini belum ada alat yang mampu mendeteksi waktu terjadi gempa, masyarakat hanya diminta untuk terus mewaspadainya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ANCAMAN-MEGATRUST-SELATAN-LOMBOK-321.jpg)