NTB

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Hapus Perbedaan di Momen Idul Adha

TRIBUNLOMBOK.COM/Robby Firmansyah
SALAT IED - Suasana sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram, Rabu (27/5/2026). Pemprov NTB menyalurkan bantuan hewan qurban yang sudah dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB. 
Ringkasan Berita:
  •  Pemprov NTB juga menyalurkan bantuan hewan kurban yang sudah dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB.
  • Distribusi hewan kurban dilakukan melalui tiga pola.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar sholat hari raya Idul Adha 1447 H, di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu (27/5/2026).

Dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair mengajak di momentum hari raya Idul Adha ini untuk memperkuat persatuan dan menghapus perbedaan.

"Ini kita jadikan sebagai peristiwa kesetaraan manusia, tidak ada perbedaan. Peristiwa kurban ini seperti yang disampaikan Khatib yang kita kurbankan kecintaan kita kepada selain Allah," kata Abul usai melaksanakan sholat Idul Adha.

Selain melaksanakan shalat hari raya Idul Adha, Pemprov NTB juga menyalurkan bantuan hewan qurban yang sudah dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB.

Penyaluran inipun dipimpin langsung Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, dengan sasaran desa-desa miskin ekstrim dan organisasi keagamaan, masjid dan lembaga yang amanah dalam menyalurkan bantuan ini.

Baca juga: Harga Kambing Kurban di Lombok Timur Masih Stabil

"Target yang diutamakan oleh Pak Gubernur memang adalah desa-desa miskin ekstrem yang menjadi tujuan utama," jelas Abul.

Ketua BAZNAS NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad mengatakan tahun ini lembaganya dipercayakan untuk menghimpun hewan qurban dari masyarakat yang ingin berkurban.

"Kami memperoleh 30 ekor sapi dan 16 ekor kambing," kata Iqbal.

Ia mengatakan distribusi hewan kurban melalui tiga pola.

Pertama dibagikan kepada desa miskin ekstrem, kepada masjid dan lembaga, dan diolah menjadi daging kaleng siap saji.

(*)