NTB

NTB Jadi Daerah Progres Terbaik Nasional, Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 1,8 Juta Penerima

Diskominfotik NTB
MBG - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Gubernur NTB pada Selasa (12/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  • NTB dinilai menjadi salah satu daerah dengan capaian terbaik nasional dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan jangkauan lebih dari 1,8 juta penerima manfaat.
  • Program ini didukung 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 39.023 relawan, dengan Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat sebagai wilayah sebaran terbesar.

TRIBUNLOMBOK.COM -  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meninjau progres Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Gubernur NTB pada Selasa (12/5/2026) tersebut mengungkap bahwa NTB menjadi salah satu daerah dengan capaian implementasi terbaik secara nasional.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 9 Mei 2026, program strategis nasional ini telah menjangkau 1.832.808 penerima manfaat di seluruh wilayah NTB.

Capaian tersebut bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kepala BGN RI, yang menyebut NTB sebagai salah satu daerah dengan progres pelaksanaan MBG terbaik secara nasional, bahkan telah melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memaparkan bahwa konsolidasi kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah mempercepat realisasi program di lapangan.

Saat ini, NTB tercatat memiliki 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, 39.023 relawan yang terlibat aktif dalam pendistribusian dan pengelolaan program.

Lombok Timur menjadi wilayah dengan sebaran SPPG terbanyak yaitu 258 unit, diikuti Lombok Tengah (179 unit), dan Lombok Barat (126 unit).

Kepala BGN RI, Dadan Hindayana, mengapresiasi progres tersebut yang dinilai telah melampaui target awal dari pemerintah pusat.

Ia menegaskan bahwa pola kemitraan melalui yayasan menjadi solusi agar program bisa bergerak cepat tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur dapur oleh pemerintah secara mandiri.

Meski mencatatkan angka yang signifikan, Gubernur NTB memberikan catatan terkait adanya wilayah pinggiran yang belum sepenuhnya terjangkau.

Wilayah tersebut bukan kategori daerah terpencil (3T), melainkan area yang secara geografis jauh dari pusat kota sehingga minim minat mitra penyelenggara.

“Di beberapa desa sebenarnya sudah ada sekolah dan pondok pesantren yang sangat memungkinkan untuk dilayani satu SPPG. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Miq Iqbal.

Menanggapi hal itu, Dadan Hindayana memastikan BGN akan segera menindaklanjuti laporan pemerintah daerah agar titik-titik layanan baru dapat dipetakan dan dipercepat pelaksanaannya.

Silaturahmi sederhana di Pendopo NTB itu pada akhirnya memperlihatkan satu hal penting, pelayanan publik terbaik sering kali lahir bukan hanya dari rapat resmi dan meja birokrasi, melainkan juga dari percakapan yang jujur, suasana yang hangat, dan kesadaran bersama bahwa negara memiliki kewajiban menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Program Makan Bergizi Gratis pun menjadi penanda penting bahwa untuk pertama kalinya dalam hampir delapan dekade kemerdekaan, negara hadir secara lebih nyata melalui layanan pangan bergizi yang menjangkau masyarakat secara luas dan masif.