NTB

Bunda PAUD NTB Dorong Peningkatan Kapasitas Pendidik Hadapi Generasi Alfa

Biro Adpim NTB
PENDIDIK - Pelantikan Pengurus Pokja Bunda PAUD Lombok Barat (2025–2030). Bunda PAUD NTB menekankan pentingnya guru PAUD meningkatkan kompetensi untuk mendidik generasi alfa guna menyongsong Indonesia Emas 2045. 
Ringkasan Berita:
  • Bunda PAUD NTB menekankan pentingnya guru PAUD meningkatkan kompetensi untuk mendidik generasi alfa guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
  • Pemkab Lombok Barat mendorong integrasi layanan PAUD dengan pemantauan kesehatan dan gizi sebagai upaya nyata pencegahan stunting sejak dini.

TRIBUNLOMBOK.COM - Bunda PAUD Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menghadiri Pelantikan Pengurus Pokja Bunda PAUD Kabupaten Lombok Barat Periode 2025–2030, sekaligus Pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat di Aula Narmada, Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (11/5/2026).

Acara yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Lombok Barat, Ayu Rukmana Zaini, tersebut juga meresmikan peluncuran aplikasi “Sahabat Bunda PAUD Lobar”. Aplikasi ini merupakan inovasi digital untuk mendukung layanan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Sinta menegaskan bahwa Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penghubung antara anak, pendidik, orang tua, dan pemerintah.

“Ibu-ibu para Bunda PAUD ini memiliki tugas untuk menjadi jangkar bagi empat titik. Yang pertama adalah kita menjadi jangkar bagi anak-anak didik kita, anak-anak PAUD kita. Yang kedua adalah ini tempat kita mendengarkan para pendidik. Yang ketiga adalah bagaimana menjalin hubungan antara PAUD dengan orang tua. Yang keempat adalah menjadi jangkar penghubung antara PAUD dengan pemerintah,” ujarnya.

Sinta juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru PAUD, terutama dalam menghadapi karakter generasi alpha yang dinilai lebih kritis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Yang sering dikeluhkan pada guru-guru PAUD se-Indonesia ini adalah masalah peningkatan kapasitas. Jadi guru-guru PAUD kita ini kadang-kadang hadir tidak dengan latar belakang pengetahuan yang ada di masalah urusan ke-PAUD-an, tapi mereka senang dan mereka berotodidak. Dan seperti yang kita sering baca di media bahwa yang kita hadapi ini gen alpha, bukan hanya gen Z, jadi kita juga harus melakukan pola-pola peningkatan supaya anak-anak kita gen alpha ini sejalan dengan apa yang kita harapkan sehingga tercapailah generasi emas yang kita impikan, generasi emas Indonesia 2045,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa PAUD memiliki posisi penting dalam mempersiapkan anak memasuki jenjang sekolah dasar.

“Peran PAUD, Pendidikan Usia Dini, ini sangat strategis untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa, mendidik, dan satu tugas yang paling ingin saya garisbawahi bahwa sekarang secara regulasi sebelum masuk SD ini harus PAUD dulu satu tahun. Tentu yang menjadi PR semua pengurus adalah adanya gap antara jumlah siswa PAUD dengan jumlah kursi di SD kelas 1,” ujarnya.

Selain aspek pendidikan, Bupati juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dan integratif dalam pengelolaan PAUD, termasuk keterkaitannya dengan isu kesehatan dan pencegahan stunting.

“Saya ingin bahwa di PAUD itu ada terintegrasi dengan tidak hanya urusan-urusan masalah pendidikan, tetapi juga nanti kesehatan harus wadah PAUD ini menjadi satu kesatuan. Di situ kan nanti ada monitoring kesehatan, monitoring berat badan, gizi, dan lain sebagainya, karena memang masa-masa pertumbuhan, termasuk nanti di dalamnya adalah bisa membantu untuk mencegah stunting. Ini tantangan kita bersama bahwa itulah pentingnya peran PAUD ini. Saya berharap punya pendekatan yang holistik, ya, terintegrasi dengan yang lain-lain, supaya betul-betul penyelesaian masalah terkait dengan PAUD ini sesuai dengan harapan kita. Anak-anak didik kita, generasi emas yang kita harapkan, betul-betul terwujud,” harapnya.

Baca juga: Pemprov NTB Fokus Literasi Energi Lewat Konten Lokal Strategis