NTB

Peduli Kesehatan Mata, Pemprov NTB Gandeng Yayasan Australia Menyasar 5000 Penderita

TRIBUNLOMBOK.COM
KESEHATAN MATA - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima direksi FHF di kantor Gubernur di Mataram, Selasa (21/04/2026). Pemerintah Provinsi NTB dan Yayasan Australia Fred Hollows Foundation (FHF) bekerja sama dalam penanganan kesehatan mata. 
Ringkasan Berita:
  • Gangguan mata katarak yang menjadi kasus kesehatan mata terbanyak di NTB dapat ditangani lebih awal.
  • Program FHF sudah berjalan sejak tahun 2012 silam dan saat ini bertepatan dengan peluncuran program baru dan kunjungan langsung dewan direksi FHF.
  •  

TRIBUNLOMBOK.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Yayasan Australia Fred Hollows Foundation (FHF) bekerja sama dalam penanganan kesehatan mata masyarakat. 

Dalam kegiatan sosialnya, FHF menyasar 5000 penderita dengan operasi mata. 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima direksi FHF di kantor Gubernur di Mataram, Selasa (21/04/2026), mengatakan, sektor kesehatan termasuk tiga fondasi pembangunan selain pendidikan dan infrastruktur. Untuk itu, dirinya menyambut baik program FHF di NTB. 

"Australia adalah partner penting NTB sebagai tetangga dekat dalam banyak hal. Kami berharap roadmap dan data penanganan kesehatan mata masyarakat makin terintegrasi dengan RS Mata provinsi sampai ke desa desa bersama FHF" jelasnya. 

Iqbal menambahkan, terdapat 12.000 penderita gangguan kesehatan mulai katarak dan lainnya yang dapat melibatkan organisasi seperti Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) dengan 7000 Posyandu dan 400 ribu kader bersama pemerintah dari pusat dan daerah untuk penanganannya. 

Baca juga: Pemprov NTB dan Fred Hollows Foundation Targetkan 5.000 Operasi Mata

Sementara itu, Alicia Godicky, Manajer FHF mengatakan, kiprah mereka dalam isu kesehatan mata di NTB akan berkelanjutan tidak hanya kegiatan operasi mata namun penguatan kapasitas tenaga kesehatan berbasis Puskesmas dalam hal penyakit mata. 

"Kita akan mulai dari Puskesmas Bagu di kota Mataram dan berlanjut di sepuluh titik di seluruh NTB", jelasnya. 

Selama tiga hari ini, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dikes NTB akan mengunjungi beberapa lokasi untuk edukasi nakes Puskesmas sekaligus bakti sosial operasi mata. 

Dikatakannya, target kunjungan direksi FHF tidak sebatas operasi mata dan bagi lansia namun segala usia yang kecenderungannya saat ini naik karena pola hidup atau gangguan mata sejak dini. 

Misalnya anak usia sekolah yang  kemampuan belajarnya menurun karena gangguan mata yang belum terdeteksi dengan bantuan pemberian kacamata. 

Iqbal mengungkapkan bahwa gangguan mata katarak yang menjadi kasus kesehatan mata terbanyak di NTB dapat ditangani lebih awal dengan pemeriksaan dan penanganan oleh nakes Puskesmas yang sudah terlatih dari program FHF ini. 

Program FHF sendiri sudah berjalan sejak tahun 2012 silam dan saat ini bertepatan dengan peluncuran program baru dan kunjungan langsung dewan direksi FHF.

(*)