NTB
Sekda NTB Tegaskan Peran Strategis Pesantren dalam Membentuk Adab Generasi
Ringkasan Berita:
- Sekda NTB menegaskan pesantren adalah benteng akhlak dan pusat pendidikan karakter yang sangat krusial di tengah tantangan zaman.
- Peringatan Hultah dan Haul menjadi momentum untuk meneladani perjuangan ulama pendiri pesantren yang kebermanfaatannya terus mengalir (sedekah jariah).
TRIBUNLOMBOK.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, menghadiri peringatan Hultah ke-63 Yayasan Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga sekaligus Haul ke-15 Almarhum TGH Muh. Shaleh Ahmad di Lapangan Umum Kalijaga Tengah, Lombok Timur, Sabtu (18/4/2026).
Dalam sambutannya, Sekda NTB menegaskan bahwa peringatan hultah dan haul bukan sekadar seremoni tahunan.
Ini adalah momentum refleksi untuk mengingat kembali peran vital pesantren dalam membangun peradaban umat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut Abul Chair, pesantren memiliki posisi strategis sebagai benteng penjaga akhlak sekaligus pusat pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, adab, dan nilai-nilai kehidupan.
“Pesantren bukan sekadar tempat belajar, tetapi tempat ditempanya akhlak dan nilai kehidupan,” ujarnya.
Menurut Sekda, keberadaan pondok pesantren sangat penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai keagamaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pada kesempatan itu, Sekda juga mengenang keteladanan Almarhum TGH Muh. Shaleh Ahmad sebagai sosok ulama yang mewakafkan hidupnya untuk umat. Warisan perjuangannya, kata dia, terus hidup melalui lembaga pendidikan yang didirikannya.
Ia turut mengutip hadis Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam bahwa amal manusia akan terputus kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa perjuangan ulama akan terus mengalir melalui generasi penerus.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap peran pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
“Kalau kita ingin daerah ini maju dan berkah, maka kuncinya ada pada tiga hal ilmu, akhlak, dan kebersamaan. Dan ketiganya itu ada dan tumbuh di pesantren,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, menyampaikan bahwa keberlangsungan pesantren dan dakwah menjadi harapan besar bagi masa depan umat.
Ia menilai kehadiran generasi muda sebagai penerus dakwah menunjukkan bahwa perjuangan para ulama akan terus berlanjut dan berkembang.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami, karena menunjukkan bahwa dakwah akan terus berjalan dan memiliki generasi penerus yang siap melanjutkan perjuangan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan turut dihadiri Wakil Ketua I Baznas Provinsi NTB Lalu Abdul Muhyi Abidin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Sulhi, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar Pondok Pesantren Darussholihin NW Kalijaga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Sekda-NTB-Abul-Chair-menghadiri-peringatan-Hultah-ke-63-Pesantren-Darussholihin-NW-Kalijaga.jpg)