NTB

Angka Kemiskinan di NTB Turun Drastis Dalam Setahun Terakhir

TRIBUNLOMBOK.COM/ROBBY FIRMANSYAH
PENGENTASAN KEMISKINAN - Seorang warga di Desa Sigar Penjalin Kabupaten Lombok Utara yang menjadi sasaran program Desa Berdaya, sedang duduk merajut gasoan atau rumbia. Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) menargetkan tahun 2029 NTB nol kemiskinan. 
Ringkasan Berita:
  • Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) menargetkan tahun 2029 NTB nol kemiskinan.
  • Pemerintah Provinsi NTB memberikan suntikan dana sebesar Rp300-500 juta untuk masing-masing desa yang masuk program Desa Berdaya.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkap dalam setahun terakhir, angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan yang signifikan bahkan menjadi salah satu dari 10 provinsi dengan angka penurunan kemiskinan yang tinggi. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB tahun 2024 angka kemiskinan sebesar 12,91 persen sementara pada tahun 2025 sebesar 11,38 persen. 

Dalam setahun terakhir terjadi penurunan sebesar 1,53 persen atau sebanyak 17,39 ribu penduduk NTB keluar dari garis kemiskinan. 

"Meskipun kita 12 provinsi termiskin tetapi kita masuk 10 provinsi dengan penurunan tertinggi setahun terakhir ini," kata Iqbal. 

Dari 10 kabupaten/kota di NTB, Lombok Timur menjadi daerah dengan jumlah kemiskinan ekstrem tertinggi yakni sebanyak 59,077 keluarga yang masuk desil 1 berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) tahun 2023.

Baca juga: Wagub NTB Buka Pra-Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Penanganan Kemiskinan hingga Hilirisasi

Disusul Kabupaten Lombok Tengah 39,195 keluarga, Kabupaten Lombok Barat 27,877 keluarga, Kabupaten Bima 19,317 keluarga, Kabupaten Lombok Utara 18,205 keluarga.

Kemudian Kabupaten Sumbawa 12,517 keluarga, Kota Mataram 10, 533 keluarga, Kabupaten Dompu 8,486 keluarga, Kota Bima 3,764 keluarga dan Kabupaten Sumbawa Barat 3,745 keluarga. 

Iqbal menjelaskan tahun 2014 sampai dengan 2018 terjadi penurunan sebesar 2,3 persen, tahun 2018 sampai 2022 terjadi penurunan 1,07 persen, sama dengan tahun 2022-2023, tahun 2023-2024 terjadi penurunan 0,93 persen, tahun 2024-2025 terjadi penurunan 1,53 persen. 

"Artinya kalau kita lihat penurunan kemiskinan tertinggi dalam satu tahun terakhir dalam kurun waktu 20 tahun terakhir," kata Iqbal. 

Program Desa Berdaya

Dengan program Desa Berdaya yang digagasnya, Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) menargetkan tahun 2029 NTB nol kemiskinan, serta kemiskinan ekstrem di bawah satu digit. 

Keseriusan mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini dalam mengentaskan kemiskinan terlihat dari tiga agenda besar yang dicanangkan, di mana salah satu pengentasan kemiskinan sementara yang lainnya yakni ketahanan pangan dan pariwisata berkelas dunia. 

Keinginan ini juga selaras dengan cita-cita Presiden Prabowo bahwa pembangunan harus dimulai dari desa, dan salah satu persoalan yang dihadapi desa ialah kemiskinan. 

Untuk membantu mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Provinsi NTB memberikan suntikan dana sebesar Rp300-500 juta untuk masing-masing desa yang masuk program Desa Berdaya. 

Sementara bagi keluarga miskin ekstrem mendapatkan bantuan Rp7 juta, agar mereka bisa mandiri secara ekonomi dari bantuan yang diberikan tersebut. 

(*)