NTB
Saling Jaga, Ini Kesepakatan Pelaksanaan Nyepi dan Malam Takbiran di NTB
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Lalu Muhamad Iqbal bersama Forkopimda NTB, Pemkot Mataram, Pemkab Lombok Barat, dan FKUB NTB menyepakati aturan bersama untuk pelaksanaan Nyepi dan malam takbiran agar berjalan aman dan tertib.
- Pawai ogoh-ogoh dijadwalkan pukul 12.00–17.00 WITA, dengan pengeras suara dikecilkan sementara saat adzan, dan rute malam takbiran diarahkan menghindari kawasan warga Hindu yang melaksanakan ibadah Nyepi.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyepakati sejumlah poin strategis terkait pelaksanaan ibadah Nyepi dan malam takbiran yang waktunya jatuh hampir bersamaan tahun ini.
Kesepakatan tersebut lahir dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Senin (16/3/2026).
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa berdasarkan pemetaan kondisi saat ini, tidak ada kekhawatiran berarti terkait keamanan. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan guna mencegah potensi konflik di lapangan.
"Intinya bahwa dalam diskusi kita tidak ada kekhawatiran, kita optimis bahwa kita sudah hidup beratus-ratus tahun bersama dan tahu bagaimana bertoleransi," kata Iqbal.
Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini menyampaikan untuk mengantisipasi gejolak antara dua umat ini, sudah dilakukan pengaturan waktu baik oleh Pemerintah Kota Mataram terkait dengan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dan pawai takbiran.
Sesuai dengan kesepakatan, pelaksanaan pawai ogoh-ogoh akan dimulai pukul 12.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, dilanjutkan dengan perang api. Namun Iqbal mengatakan saat adzan berkumandang pengeras suara dari pawai ogoh-ogoh dihentikan sementara.
Baca juga: Harmoni Nyepi dan Idul Fitri di Kota Mataram Dalam Pelaksanaan Pawai Ogoh-ogoh dan Takbiran
"Karena ada dua adzan saya minta agar saat adzan soundsistemnya dikecilkan sampai selesai azan," kata Iqbal.
Sementara simulasi jika lebaran diputuskan 20 Maret 2026, maka akan dilakukan pengaturan volume pengeras suara saat malam takbiran yakni 19 Maret. Karena pada saat itu masih berlangsung tapa brata penyepian.
Sehingga untuk rute malam takbiran diarahkan untuk menghindari komplek warga Hindu yang sedang melaksanakan ibadah Nyepi. Iqbal ingin NTB menjadi contoh toleransi beragama di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Gubernur-Lalu-Muhamad-Iqbal-ditemui-usai-memimpin-rapat-koordinasi-menjelang-Nyepi.jpg)