NTB
Gubernur Iqbal dan Ketua TP PKK Tinjau Penanganan Stunting di Mataram
Ringkasan Berita:
- Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat Sinta Agathia Iqbal meninjau Posyandu di Lingkungan Bendega, Tanjung Karang, Sekarbela, Mataram.
- Gubernur juga mengunjungi rumah balita stunting dan mengimbau orang tua agar memperhatikan gizi dan pertumbuhan anak untuk mencegah stunting.
TRIBUNLOMBOK.COM - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Ketua TP PKK NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, meninjau Posyandu Lingkungan Bendega, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (11/3/2026).
Selain memantau kesiapan sarana dan prasarana posyandu serta memberikan motivasi kepada para kader Posyandu dan PKK setempat, Gubernur Iqbal bersama istri juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu rumah balita yang mengalami stunting di Kelurahan Tanjung Karang.
"Kami berharap orang tua tetap memperhatikan pertumbuhan anaknya agar kebutuhan gizi anak tetap terjaga," ujar Iqbal.
Iqbal juga memberi semangat kepada para orang tua balita agar tetap tekun merawat dan mendidik buah hati mereka. Ia mendoakan agar anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi yang membanggakan di masa depan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal, meminta para kader Posyandu dan PKK untuk terus mengawal ketat perkembangan balita stunting secara berkala.
"Kita berharap angka stunting di NTB terus mengalami penurunan yang baik. Pengawasan dan pemberian gizi yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor mengatasi balita stunting," harapnya.
Dalam kunjungan tersebut Miq Iqbal bersama istri juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah masyarakat dan keluarga balita stunting. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari safari Ramadan yang terus digencarkan oleh pemerintah Provinsi NTB dan TP PKK NTB untuk membangun keluarga yang lebih sejahtera.
Baca juga: Gubernur NTB Pantau Penanganan Stunting di Bima, Tekankan Penanganan yang Komprehensif
Sebelumnya, Gubernur Iqbal, bersama Ketua TP-PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengunjungi Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sekaligus memastikan penanganan stunting berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting.
Ia meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, agar penyebab utama dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujar Gubernur Iqbal.
Selain meninjau pelayanan kesehatan, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Desa Lantan, yang memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok.
Kawasan tersebut memiliki hutan lindung, wilayah konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.
“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi mereka yang tinggal di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.
Iqbal mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, tengah menyiapkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat tanpa merusak lingkungan.
“Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu serta mendukung para kader dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, termasuk membuang sampah pada tempatnya.
“Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat,” katanya.
Kepala Desa Lantan Lalu Irwan, menjelaskan osyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Namun saat ini bangunan posyandu mengalami kerusakan setelah atapnya roboh akibat hujan dan angin kencang.
Ia mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan” sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan di daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Lalu-Muhamad-Iqbal-meninjau-Posyandu-di-Lingkungan-Bendega.jpg)