NTB
Pemprov NTB akan Normalisasi Sungai di Desa Obel-obel Lombok Timur yang Terdampak Banjir
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan abrasi sebagai penyebab utama banjir yang hampir setiap tahun terjadi.
- Sedimentasi di sungai sudah sangat parah, bahkan di beberapa lokasi tinggi sungai melebihi bantaran.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berjanji melakukan normalisasi sungai di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, menyusul banjir yang kembali melanda.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyebut pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan abrasi sebagai penyebab utama banjir yang hampir setiap tahun terjadi ketika curah hujan tinggi.
"Tadi pagi kami datang melihat kondisinya. Rupanya ini sudah berulang-ulang, hampir setiap tahun terjadi. Setelah kami turun, ternyata problem utamanya adalah pendangkalan sungai," ujar Iqbal saat mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Obel-obel pada Sabtu (21/2/2026).
Iqbal menjelaskan bahwa sedimentasi di sungai sudah sangat parah, bahkan di beberapa lokasi tinggi sungai melebihi bantaran.
Kondisi ini diperparah dengan abrasi dan pohon-pohon besar yang menutupi aliran sungai. Normalisasi terakhir, menurutnya, dilakukan pada tahun 2019 yang lalu.
Baca juga: Gubernur NTB Tinjau Banjir Obel-Obel, Perintahkan Normalisasi Sungai dan Solusi Jangka Panjang
"Sedimentasinya sudah cukup parah. Saya dengar normalisasi terakhir tahun 2019. Nah, kita coba untuk melakukan normalisasi," kata Iqbal.
Namun, Iqbal belum dapat memastikan kapan normalisasi akan dimulai.
Saat ini, pemerintah masih fokus menangani wilayah lain yang lebih dulu terdampak, seperti di daerah Kabul.
"Dalam waktu dekat sepertinya belum bisa, karena yang duluan kita kunjungi di Kabul masih kita tangani. Mudah-mudahan sebelum musim hujan tahun depan bisa tuntas," jelasnya.
Bantuan Sembako
Sambil menunggu normalisasi, Pemprov NTB memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak segera dipenuhi.
Iqbal menyalurkan ratusan paket sembako dan bantuan logistik. Selain itu, pemerintah membantu pemulihan usaha kecil, seperti pengusaha tempe yang tempat produksinya hancur.
"Kita bantu supaya mereka bisa segera beraktivitas lagi, termasuk industri tempenya. Tadi kita juga bawa senso untuk memotong pohon-pohon besar yang menutupi aliran sungai," tambah Iqbal.
Gubernur berharap langkah-langkah darurat ini dapat mengurangi risiko banjir, sementara normalisasi sungai secara menyeluruh menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pemerintah pusat.
"Saya harapkan warga sabar menunggu ya, sambil kami kordinasi dengan BWS dan pemerintah pusat," tutupnya.
Untuk saat ini warga Desa Obel-obel meminta pihak pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai Lo Kok Blek di Dusun Batumpak, Desa Obel-obel, Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sungai yang dangkal membuat air naik yang mengakibatkan bencana banjir melanda tiga dusun di Desa Obel-obel, yang terjadi pada Jumat (20/2/2026) sore kemarin.
Tak hanya merendam pemukiman, banjir setinggi setengah meter itu juga menghancurkan tembok dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan merendam puluhan hektar lahan pertanian yang siap panen.
"Kalau yang kita butuhkan saat ini, pengerukan sungai itu, karena kalau tidak dikeruk maka, akan terjadi lagi banjir disini," kata Kepala Wilayah (Kawil) Batumpak, Samsul Hakim saat dihubungi pada Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan, banjir juga melanda Dusun Obel-obel dan Dusun Kesambik.
Menurutnya, selain curah hujan yang tinggi, pendangkalan sungai menjadi penyebab utama air meluap ke pemukiman.
"Saluran sungai mulai dangkal, jadi air tidak tertampung dan langsung masuk ke rumah warga," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/banjir_obel_obel_329329282jpg.jpg)