NTB

Filantropi Desa Berdaya

TRIBUNLOMBOK.COM
DESA BERDAYA - Mujaddid Muhas, M.A. Upaya filantropi Program Desa Berdaya, dimulai dari desa sebagai penyokong kemajuan pembangunan. 

Oleh: Mujaddid Muhas, M.A.*
Kolumnis

Mengulas desa tak ada habisnya. Lantaran semua kita pada prinsipnya, berada pada pusaran desa. Nyaris bergantung pada denyut nadi desa. Semua yang ada di kota, laik kita katakan berasal dari sumber daya yang ada di desa. Desa dengan segala ekosistemnya menyuplai kebutuhan kota dan kawasan sekitar. Terutama produk-produk dari aspek pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, kehutanan, hingga pertambangan. Dari sini, kita cukup mengerti sumber produksi ada di desa. Cakupan yang menyokong faktor konsumsi yang berlangsung reguler, baik pada kawasan urban maupun kawasan rural, itu pastinya. 

Program Desa Berdaya merupakan program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025. Satu dari 10 program unggulan yang menjadi andalan, selain NTB Sehat Cerdas, NTB Inklusif, NTB Agromaritim, NTB Pariwisata Berkualitas, Ekonomi Kreatif Mendunia, NTB Terampil Tangkas, NTB Lestari Berkelanjutan, NTB Good Smart Governance, dan NTB Connected. Kebijakan Desa Berdaya menjadi penting mendapat atensi melalui stimulan kebijakan, khususnya menyasar desa-desa desil yang masih menyisakan  keadaan mengarah pada kemiskinan ekstrem. 

Melalui kebijakan dan program, diintervensi, distimulan, dan diberdayakan sehingga dengan adanya Program Desa Berdaya, maka diharapkan desa dapat berkembang, desa bisa maju bahkan desa-desa tersebut, pada akhirnya mampu berkategori mandiri. Diintervensi melalui program dengan fokus pada perumusan solusi. Segenap potensi desa disusun, sekaligus solusi dari persoalan dirumuskan. Selanjutnya, distimulan melalui skema bantuan dari Pemprov NTB yang memberikan supporting dalam bentuk program nyata. Kemudian diberdayakan dari potensi dan solusi yang ada. Program-program pemberdayaan dilakukan secara partisipatif komunal desa dengan pendampingan dari tim asistensi yang dibentuk Pemprov NTB, berkoordinasi dengan dinas pada kabupaten setempat.

Baca juga: Desa Berdaya: Strategi Pemprov NTB Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Perkuat Kemandirian Desa

Desa dan kelurahan di NTB berkisar 1.180 (Badan Pusat Statistik, 2025). Dari potensi 1.180 teritorial NTB dari dua pulau besar (Lombok dan Sumbawa), ada 106 desa yang mendapatkan Program Desa Berdaya, dengan fase awal sebanyak 40 desa pada tahun 2026. Program Desa Berdaya dilandaskan pada tiga indikator memberdayakan masyarakat desa, mengentaskan kemiskinan ekstrem, dan mewujudkan kemandirian pangan dengan memanfaatkan potensi lokal. 

Pemberdayaan masyarakat pada target mengurangi angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2029, secara gradual pengurangan berangsur-angsur selama empat tahun (2026-2029). Proses kemandirian pangan pada prakondisi terhadap ekosistem ketahanan pangan di desa dengan mengelola sumber daya lokal yang ada pada 106 desa. Perwujudan kemandirian desa secara holistik, memperkuat kapasitas desa pada sisi sosial, ekonomi dan lingkungan. Termasuk pula penguatan kompetensi aparatur desa yang menjadi subyek ekosistem Program Desa Berdaya bersama komponen warga desa serta multipihak yang berperan kontributif membina desa-desa yang menjadi obyek pemberdayaan. Mencapai tujuan kemandirian.

Adapun operasionalnya, terpola menjadi dua pendekatan yaitu Pendekatan Desa Berdaya Tematik yang menyasar 1.166 desa, sebagaimana telah diberdayakan melalui program kegiatan reguler desa masing-masing, melalui stimulan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten. Lainnya, Pendekatan Desa Berdaya Transformatif  yang menyasar 106 desa yang fokus bagaimana desa-desa tersebut dapat keluar dari “belenggu” kemiskinan ekstrem. Menyasar penerima dampak berkisar 16.876 Kepala Keluarga atau 44.013 jiwa. Dari nukilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTB, terutama yang terbanyak ada di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara serta kabupaten lainnya, kecuali Kabupaten Sumbawa Barat.

Hal ini selaras dengan tiga prioritas utama Kepemimpinan Makmur Mendunia yaitu pengentasan kemiskinan dengan mengurangi jumlah penduduk berkategori miskin ekstrem secara gradual; ketahanan pangan dengan menjamin ketersediaan pasokan (lumbung) pangan di desa; serta pariwisata berkualitas dengan pengelolaan sosial ekonomi desa sesuai karakter dan potensi intinya. Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, pada suatu waktu menyatakan NTB menjadi ruang eksperimen pembangunan nasional. “Ruang eksperimen pembangunan ini dimulai dari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, kemudian sistem pengelolaan air sampai pada kawasan ekonomi baru berbasis pariwisata” (tribunlombok.com, 6/11/2025). 

Selayaknya kita berpancang riang, menyukseskan Program Desa Berdaya yang pada hilirnya, upaya-upaya kemandirian desa tergapai. Tentu dengan peran serta masyarakat serta multipihak yang turut serta dalam prosesnya memberdayakan desa. Badan Usaha Milik Nasional di NTB, Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Usaha Milik Desa mempunyai peran strategis dalam pemberdayaan. Penulis pun berharap peran serta tersebut dapat menyertakan filantroper-filantroper desa yang lebih dahulu berhasil menerapkan pola pemberdayaan desa sebagai katalis praktis operasional kebijakan sehingga menjadi ekosistem pemberdayaan yang sinergis, mempunyai nilai kegotong-royongan, serta memiliki bobot keberhasilan sesuai terget yang ingin dicapai. Bermula dari desa, pendampingan berkelanjutan.

Menyimak referensi pustaka Membangun Good Governance di Desa, relationship yang berpola pada hubungan antarelemen dikemukakan sebagai berikut: “Pola hubungan antarelemen bisa sejajar dan seimbang bila pemerintahan desa dikelola secara partisipatif, transparan, akuntabel, dan responsif. Sebaliknya pemerintahan desa yang demokratis, (partisipatif, akuntabel, transparan, dan responsif) bisa semakin kokoh, legitimate, dan mampu bekerja secara efektif bila ditopang dengan kesejajaran, keseimbangan dan kepercayaan antarelemen governance di desa” (AAGN Ari Dwipayana, 2003: 22). 

Membayangkan desa-desa dengan kemandirian dan keberdayaan yang memacu kemajuan pada segala aspek. Dari membangun desa, NTB bisa berdampak pada pentas nasional dan global. Dimana desa yang ramah warganya, sejahtera penghasilannya, memadai sarana prasarana layanan publiknya, apik dan teratur irigasi jalan serta jembatannya, lancar distribusi dan produksi hasil pertanian, peternakan, kelautan dan perikanannya. Rukun damai peri kehidupan demokrasinya. Kemiskinan ekstrem yang terentas, ketahanan pangan yang tersedia, dan pariwisata berkualitas yang dimulai dari desa. Upaya filantropi Program Desa Berdaya, dimulai dari desa sebagai penyokong kemajuan pembangunan. Tahun ini, melalui kebijakan dan program unggulan, 40 desa diintervensi, distimulan, dan diberdayakan. Desa berdaya, NTB berjaya.