NTB
Tarawih Bersama di Islamic Center, Gubernur NTB: Puasa Membuat Sehat Lahir Batin
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal bersama istri melaksanakan salat tarawih bersama, di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Rabu (18/2/2026) malam.
Gubernur Iqbal bersama warga lainnya melaksanakan salat tarawih sampai selesai, dengan suara merdu lantunan ayat suci Alquran dari imam HM Jam'ul Khair.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Iqbal berharap seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh dengan keimanan dan ketakwaan.
"Malam ini kita merayakan pertemuan kembali dengan Ramadan seperti doa kita sejak tahun lalu," ucap gubernur, sebelum pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah.
Ia menekankan, bertemu kembali dengan Ramadan serta melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid dan mushala merupakan keberkahan tersendiri.
Memanfaatkan momentum Ramadan dan melaksanakan perintah puasa dengan penuh keyakinan akan mendatangkan kesehatan lahir batin dan kesehatan sosial serta ampunan dari Allah SWT.
Baca juga: Sambut Ramadan, Lapas Terbuka Lombok Tengah Gotong Royong Bersihkan Masjid dan Musala
Gubernur juga berharap Pengurus Masjid Hubbul Wathan dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang baru saja dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan baik dalam rangka kemakmuran Masjid dan cita cita bersama membangun NTB.
Seperti diketahui, Pemerintah Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang dilakukan pada 17 Februari 2026 memutuskan awal puasa dimulai hari ini, Kamis, 19 Februari 2026 menetapkan 1 Ramadhan 1447 H.
Pelaksanaan ibadah salah tarawih di malam pertama berjalan lancar dan khidmat. Usai salat, gubernur bersama istri menyalami para jemaah.
Ibadah Maksimal dan Produktif
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, umat Islam diajak untuk mempersiapkan diri secara lahiriah maupun batiniah.
Salah satu sikap yang perlu ditumbuhkan dalam diri adalah sikap husnuzan atau berbaik sangka, baik kepada Sang Pencipta (Allah Swt.) maupun kepada sesama makhluk ciptaan-Nya.
Dengan memiliki sikap berbaik sangka, seseorang akan menjadi lebih tenang hatinya, tidak mudah marah, tidak dipenuhi rasa curiga, serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan sesama. Selain itu, proses ibadah selama bulan Ramadhan pun dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, ketenangan, dan kebahagiaan.
Namun, dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai adanya sikap prasangka buruk (suuzan) terhadap datangnya bulan suci Ramadhan, bahkan dari sebagian kaum Muslimin sendiri.
Dalam hatinya, ada yang sering mengeluh. Misalnya, menganggap Ramadhan akan menyebabkan kesehatan atau daya tahan tubuh menurun, menurunkan semangat kerja karena merasa lebih ingin beristirahat, atau beranggapan bahwa Ramadhan membuat harga kebutuhan rumah tangga naik drastis sehingga memberatkan keuangan, terutama menjelang Idulfitri.
Di sisi lain, bagi pedagang warung makan yang biasa berjualan pada siang hari, kehadiran bulan Ramadhan terkadang dianggap mengurangi jam operasional, sehingga berdampak pada penghasilan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ramadan-karim-1.jpg)